Bajigur dan Saraba, Minuman Hangat nan Nikmat Khas Indonesia (1)

Minuman Penghangat Badan

Bajigur dan Saraba, Minuman Hangat nan Nikmat Khas Indonesia (1)

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Jumat, 22 Jan 2016 11:20 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Tiap daerah di Indonesia punya racikan minuman hangat yang nikmat. Banyak diantaranya populer selain di daerah asalnya. Seperti bajigur dan bandrek asal Jawa Barat yang banyak ditemui di Jakarta.

Minuman hangat tradisional Indonesia ini bisa jadi pilihan saat udara dingin. Beberapa minuman masih banyak dijajakan pedagang berkeliling dan beberapa lainnya tersedia dalam kemasan instan yang praktis.

1. Bajigur
Minuman khas Jawa Barat ini selalu dicari saat musim dingin karena mampu menghangatkan badan. Bahan utama pembuatan bajigur ialah santan dan gula aren, lalu ditambahkan sedikit jahe, daun pandan, dan sedikit garam. Penjual bajigur biasanya berkeliling menggunakan gerobak sambil menjual ‘teman’ menyantapnya seperti ubi, pisang, kacang rebus, ketimus, atau pisang goreng. Kini juga tersedia minuman bajigur instan yang hanya perlu diseduh air hangat untuk pilihan lebih praktis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Bandrek
Menyebut bajigur rasanya tak lengkap bila tak menyebut bandrek. Minuman ini umum ditemui di kalangan masyarakat Sunda dan Betawi. Membuat bandrek lebih sulit dibanding bajigur karena rempah yang diperlukan lebih banyak seperti kayu manis, cengkeh, sereh, gula merah, santan, kapulaga, dan biji ketumbar. Minuman ini juga kerap ditambahkan susu kental manis agar rasanya lebih enak. Selain mengusir dingin, bandrek diyakini dapat mengatasi sakit tenggorokan dan meredam flu.

3. Sekoteng



Minuman hangat ini biasanya dijual di malam hari oleh penjual yang mengetukkan sendok ke mangkuknya untuk memanggil para pembeli. Bahan utama pembuatan sekoteng adalah air rebusan jahe dan sereh atau dikenal dengan wedang jahe. Isiannya komplet mulai dari kacang tanah yang telah disangrai, roti tawar yang dipotong dadu, kacang hijau rebus, hingga mutiara merah. Tak lupa, susu kental manis ditambahkan agar rasanya manis legit.

4. Wedang ronde



Ingin hangatkan badan sekaligus menunda lapar? Wedang ronde bisa jadi pilihan. Dibuat dari air jahe berwarna cokelat kemerahan dengan tambahan bola warna warni. Bola-bola yang disebut ronde ini terbuat dari tepung ketan sehingga teksturnya kenyal. Isiannya bisa berupa lumutan kacang tanah, wijen, atau gula pasir. Selain ronde, wedang ronde juga umum ditambahkan topping lain seperti kacang tanah sangrai, irisan kolang kaling, atau manisn kulit jeruk manis. Minuman yang banyak ditemui di Yogyakarta dan Solo ini terkenal sebagai penangkal hawa dingin.

5. Bir pletok
Masyarakat Betawi punya minuman hangat andalan bernama bir pletok. Meski bernama bir, minuman ini tidak mengandung alkohol sama sekali. Sebaliknya, bir pletok dibuat dari rempah-rempah yang mampu hangatkan perut seperti jahe, lada, dan kayu secang. Penamaan ‘pletok’ konon merujuk pada bunyi letupan tutup botol wine ketika dibuka. Kebiasaan ini kerap dilakukan orang Belanda ratusan tahun lalu saat mereka menduduki Batavia. 

(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads