Iklim Buruk dan Permintaan Meningkat, Dunia Terancam Krisis Kopi

Iklim Buruk dan Permintaan Meningkat, Dunia Terancam Krisis Kopi

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood
Rabu, 13 Jan 2016 15:02 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Minum kopi menjadi kesukaan banyak orang di dunia. Karenanya permintaan biji kopi terus meningkat. Sementara karena iklim, produksi kopi dunia justru turun.​

​Kelangkaan kopi sudah terjadi tahun 2014. Akibat kekeringan panjang dialami oleh Brazilia sebagai penghasil kopi terbesar di dunia.​​ Kelangkaan kopi saat ini sudah terdengar ​sejak Oktober 2015 lalu. Menurut Andrea Illy, CEO dari Illycafe berujar bahwa dunia kekurangan 40 sampai 50 juta karung kopi ​dalam dekade mendatang ​karena permintaan yang sangat tinggi setiap tahunnya.

Banyak pihak yang mengira pernyataan tersebut sebagai kekhawatiran ​beberapa ​pihak semata. Namun, se​iring ​berjalannya waktu, kekhawatiran itu semakin terbukti karena makin banyak laporan yang menunjukkan bahwa ​kekurangan ​kopi sedang ​dialami beberapa​ tempat di dunia.



The United States Department of Agriculture juga telah mengakui hal ini. Menurut badan ini, ​e​kspor kopi global dan konsumsi ​kopi ​diperkirakan jatuh pada titik rekor tertinggi selama ini. Uni Eropa juga menyatakan bahwa konsumsi kopi meningkat pesat ​dari 400.000 karung​ menjadi​i 45,5 juta karung.

Masalah ini juga be​rtambah ​dengan perubahan iklim di beberapa negara penghasil kopi seperti Indonesia dan Brazil. Iklim ini membuat produksi kopi juga menurun drastis, walau permintaan terus naik.



Biji kopi Arabika yang berkualitas juga rata-rata tumbuh di daerah dataran tinggi dalam pertanian kecil, yang juga membutuhkan perlakuan ​khusus​. Pada tahun 2015, harga biji kopi Arabika juga turun sebesar 30 persen karena keadaan cuaca.

Ketidakseimbangan penawaran dan permintaan ini bisa saja mempengaruhi keadaan ekonomi suatu negara atau pendapatan banyak pihak dari banyak negara. Seperti yang dilansir dari Fox (13/1), beberapa ahli memperingatkan bahwa efek kekurangan ​kopi ​ini bahkan bisa bertahan hingga 3 sampai 5 tahun.

(adr/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads