Kelangkaan kopi sudah terjadi tahun 2014. Akibat kekeringan panjang dialami oleh Brazilia sebagai penghasil kopi terbesar di dunia. Kelangkaan kopi saat ini sudah terdengar sejak Oktober 2015 lalu. Menurut Andrea Illy, CEO dari Illycafe berujar bahwa dunia kekurangan 40 sampai 50 juta karung kopi dalam dekade mendatang karena permintaan yang sangat tinggi setiap tahunnya.
Banyak pihak yang mengira pernyataan tersebut sebagai kekhawatiran beberapa pihak semata. Namun, seiring berjalannya waktu, kekhawatiran itu semakin terbukti karena makin banyak laporan yang menunjukkan bahwa kekurangan kopi sedang dialami beberapa tempat di dunia.
The United States Department of Agriculture juga telah mengakui hal ini. Menurut badan ini, ekspor kopi global dan konsumsi kopi diperkirakan jatuh pada titik rekor tertinggi selama ini. Uni Eropa juga menyatakan bahwa konsumsi kopi meningkat pesat dari 400.000 karung menjadii 45,5 juta karung.
Masalah ini juga bertambah dengan perubahan iklim di beberapa negara penghasil kopi seperti Indonesia dan Brazil. Iklim ini membuat produksi kopi juga menurun drastis, walau permintaan terus naik.
Biji kopi Arabika yang berkualitas juga rata-rata tumbuh di daerah dataran tinggi dalam pertanian kecil, yang juga membutuhkan perlakuan khusus. Pada tahun 2015, harga biji kopi Arabika juga turun sebesar 30 persen karena keadaan cuaca.
Ketidakseimbangan penawaran dan permintaan ini bisa saja mempengaruhi keadaan ekonomi suatu negara atau pendapatan banyak pihak dari banyak negara. Seperti yang dilansir dari Fox (13/1), beberapa ahli memperingatkan bahwa efek kekurangan kopi ini bahkan bisa bertahan hingga 3 sampai 5 tahun.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN