βKebiasaan memanaskan kembali makanan sisa banyak dilakukan orang. ββTak banyak orang tahu βrisiko keracunan makanan yang dapat ditimbulkan dari makanan sisa. βHal buruk yang bisa terjadi seperti muntah-muntah, diare, atau gangguan perut lainnya.
Sekitar satu juta orangβ di Inggris setiap tahunnya mengalami keracunan makananβ. Sβebagian justru keracunan karena masakannya sendiri. Bahkan setidaknya 100 orang meninggal setiap tahunnya karena hal βiniβ. Lalu bagaimana caranya agar makanan sisa tetap aman untuk dikonsumsi kembali?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Campylobacter mampu bertahan hingga beberapa jam pada permukaan dapur sehingga penyebaran bakteri ini sangat mudah. Dibandingkan dengan salmonella, campylobacter lebih berisiko menyebabkan penyakit.
Karena mudahnya penyebaran bakteri ini, khususnya pada daging ayam, daging ayam sebaiknya dicuci βsebelum βdiolahβ. Akan lebih baik lagi jika setelah membumbui ayam, Pangganglah di oven lalu cucilah tangan setelah kontak langsung dengan daging ayam mentah.
Cara paling baik adalah memasak ayam hingga matang.β Sebaiknya perhatikan juga hidangan lainnya baik yang baru matang ataupun yang tersisa sebagai lauk.
Pertama, βbiarkan hidangan panas menjadi β dingin sebelum disimpan ke dalam kulkas. Bisa saja menyimpan masakan yang masih panas langsung ke dalam kulkas, namun perhatikan suhuβ kulkas dan naikkan suhunya hingga 5 C.
β
ββFood Standards Agency menyarankan cukup sekali saja memanaskan kembali masakan. Namun jika makanan tersebut tak habis, meβmanaskanβ kembali sebenarnya tidak masalah βasalβ dengan cara yang benar.
β
Makanan yang layak dipanaskan lagi antara lain makanan yang mengandung daging, susu, krim, saus, nasi dan pasta. Yang terpenting, panaskan hingga seluruh bagian makanan menjadi panas benar.
Banyak orang menggunakan oven βmicrowave untuk memanaskan makanan. Padahal makanan yang dipanaskan dengan microwave tidak akan panas secara merataβ hingga ke bagian dalam. βKarenanya menyisakan ruang untuk perkembangbiakan bakteri.
Akan lebih baik jika memanaskan makanan dengan cara dimasak. Melalui proses ini, makanan akan teraduk merata sehingga seluruh bagiannya
βbenar-benar panas. Khusus untuk nasi perlu lebih berhati-hati.
Nasi bisa saja terkontaminasi bakteri yang disebut Bacillus Cereus. Bakteri ini mati apabila terkena suhu panas, namun seringkali menghasilkan spora yang tidak hanya beracun tapi juga tahan terhadap suhu panas.
Β
Fenomena ini sering disebut βfried-rice syndromeβ. Tβerjadi karena mulanya beberapa orang menderita sakit setelah mengonsumsi nasi goreng yang dibiarkan terlalu lama terpapar suhu kamar.
Kendati hal ini menakutkan, menghangatkan nasi tetaplah aman jika sebelumnya Anda menanak nasi dan menyimpannya dengan cara yang benar.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN