Produsen makanan besar Whole Foods menanyai beberapa chef tentang makanan apa yang tahun depan diharapkan tak muncul lagi di daftar menu restoran. Dilansir oleh Huffingthon post (28/12/15), inilah makanan tersebut.
1. Deviled Egg
"Deviled egg tidak harus disajikan sebagai hidangan tersendiri. Mungkin makanan ini bisa disajikan saat piknik dan keluar dari menu restoran," komentar Steve McHugh, chef sekaligus pemilik dari Cured (San Antonio, TX).
2. Molecular Gastronomy
"Molecular gastronomy harus lenyap! Apa yang terjadi dengan proses memasak? Apa yang terjadi dengan batasan waktu dan dan seni mengolah daging dan ikan? Memasak seringkali dikaitkan dengan pekerjaan dibawah kondisi stres. Hawa panas di dapur hingga tempat yang berantakan. Akan tetapi hal ini sering terjadi saat kita ingin memberikan pelayanan baik. Kita harus kembali ke kebiasaan masak sesungguhnya seperti seni memasak hingga berkeringat saat memasak. Tapi itulah yang akan terjadi saat Anda memutuskan untuk memilih profesi sebagai chef," jelas David Blonsky, Chef sekaligus pemilik Apeiro Restaurant (Delray Beach, FL).
3. Penjepit makanan
“Karunia terbesar Tuhan yang diberikan pada kita adalah tangan. Mari kita gunakan lagi apa yang sudah diberikan. Penjepit makanan tidak perlu digunakan, ada suatu waktu kita benar-benar membutuhkannya baru kita bisa gunakan," jelas Tony Ferrari, chef sekaligus pemilik Num Pang (New York, NY).
4. Farm to table
“Banyak chef yang memasak bahan-bahan langsung dari pertanian ataupun peternakan kemudian dimasak. Kebanyakan para chef membuat sajian berlemak (kepala babi terrine dengan foie gras dan sumsum tulang). Walaupun begitu, sajian makanan enak tak harus berlemak tetapi ada banyak rasa penting lainnya di luar sana,” tutur Rick Bayless, executive chef Frontera Grill (chicago, IL).
5. Kale
“Kale merupakan sayuran berdaun hijau yang lezat dan juga sehat. Ada banyak makanan yang mirip dengan kale dan harus menjadi sorotan seperti sawi hijau, dandeloin hijau, mustard greens, beet greens dan carrot tops,” ujar Joe Palma, executive chef dari Bourbon steak di Four Seasons (Washington, DC).
"Kale sekarang ada pada setiap menu. Orang Prancis, kita tidak makan kale terlalu banyak. Bagi kami kale akn surut popularitasnya. Karena tidak lebih dari kubis yang membosankan", komentar Fabienne Soulies, pemilik Pitchoun Bakery (Los Angeles, CA).
6. Tren Makanan
"Saya pribadi benci tren makanan. Faktanya mula-mula makanan akan menjadi yang paling utama kemudian akhirnya akan lenyap. Saya pikir ini lucu ketika banyak orang menyatakan kale atau perut domba sangat populer saat ini. Orang mengonsumsinya perut domba sepanjang waktu di seluruh dunia. Sangat mengejutkan jika makanan disajikan dengan gaya yang aneh sehingga membuat orang tidak tertarik lagi", ujar Alon Shaya, chef di Domenica, Pizza Domenica dan Shaya (New Orleans, LA).
7. Restoran Cepat Saji
"Saya ingin melihat lagi restoran cepat saji membuat hal aneh seperti roti pretzel dan cronuts, juga pretzel bun," Bryce Glimore, chef sekaligus pemilik di Odd Duck dan Barley Pig (Austin, TX).
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN