Pernak-pernik Serba Komunis Jadi Ciri Khas Restoran Hot Pot Ini

Pernak-pernik Serba Komunis Jadi Ciri Khas Restoran Hot Pot Ini

Maya Safira - detikFood
Kamis, 31 Des 2015 07:11 WIB
Foto: LA Weekly/Vice
Jakarta - Restoran dengan tema unik bisa membuat pengunjung tertarik datang. Seperti restoran yang mengangkat tema komunis ini.

Di wilayah Monterey Park, terdapat sebuah restoran bertema komunis. Menggunakan nama Private Party Restaurant, restoran menawarkan hot pot untuk keluarga.

Staf restoran memakai seragam militer Pengawal Merah, lengkap dengan topi dan garis merah di bagian lengan. Bahkan sepatunya hitam polos mengikuti era Mao Zedong.



Untuk dekorasinya, restoran dihiasi poster propaganda bergaya tahun 1960an. Namun jika dibaca teks China-nya, tidak ada kaitan dengan propaganda komunis.

Slogan yang banyak ditempel di dinding berbunyi "You need to come frequently to this restaurant!" (Anda perlu sering datang ke restoran ini!). Di tanda lainnya tertulis "While you are young, do all the bad things you can do." (Saat Anda masih muda, lakukan semua hal buruk yang Anda bisa). Bersebelahan dengan tanda tersebut, ada tulisan "If you don't eat, how will you have the strength to lose weight?" (Jika Anda tidak makan, bagaimana bisa punya kekuatan menurunkan berat badan).

Menurut Jessica Zhang, pemilik restoran, tempat makan bertema komunis sedang populer belakangan ini di China Utara. Ia dan tiga rekan pemilik lainnya memutuskan membawa konsep tersebut ke Los Angeles.



Konsepnya dianggap menyenangkan dan kebanyakan dari pemilik pun berasal dari China Utara. Namun Jessica mengaku terkadang ada pengunjung yang sedikit tersinggung dengan konsep itu.

Terkait menunya, Private Party punya hidangan China Utara seperti hot pot. Ada 16 jenis makanan laut, 20 jenis daging dan sederet sayuran. Kaldu tomat yang dipakai juga kaya rasa sehingga tidak perlu saus celupan tambahan.



Makanan direbus dalam panci tembaga dengan corong berisi bara panas di tengah. Sementara tusukan daging untuk memanggang dihargai $1 (Rp 13.800) untuk ditempatkan di atas corong.

"Dulu sebelum ada listrik, batu bara membuat panas seluruh panci," jelas Jessica, seperti dilansir dari LA Weekly.

(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads