Rumput Laut dan Bir Kalengan Akan Tetap Disukai Banyak Orang (1)

​Tren Makanan dan Minuman 2016​

Rumput Laut dan Bir Kalengan Akan Tetap Disukai Banyak Orang (1)

Lucia Essy Heriana - detikFood
Rabu, 23 Des 2015 14:22 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Kini makanan juga seperti busana, mengikuti tren gaya hidup​. Rumput laut dan bumbu Afrika diprediksi akan​ jadi favorit​ di tahun 2016.

​Para penikmat makanan hingga pelaku bisnis kuliner melakukan banyak penyesuaian di tahun depan nanti. ​Seperti yang dilansir dari CNBC (23/12), inilah makanan yang akan menjadi trend tahun 2016.

1. Rumput laut



Foto: Thinkstock
Rumput laut ​kaya akan ​antioksidan, serat, yodium, dan lemak baik. Rumput laut disorot karena kandungan nutrisinya dicari Amerika untuk super food berikutnya. Sayur dari laut ini mengandung nutrisi penting dan dapat membantu mengurangi dampak obesitas. Selain itu, rumput laut memberikan rasa umami. Rasa kelima dari rasa dasar yang dirasakan manusia, dan dapat memb​eri terasa​ kenyang serta dapat membantu mengatur asupan makanan.

2. GMO hewan

Foto: Thinkstock
FDA menyetujui AquAdvantage salmon untuk dijual dan ​hal ​ini menjadi modifikasi genetik hewan pertama yang disetujui. Menurut surve​i​ dari The Chicago Council on Global Affairs, hampir sepertiga orang Amerika mengatakan makanan yang tidak dimodifikasi secara genetik merupakan faktor penting. Salmon adalah GMO hewan pertama yang meraih konsume​n hingga 80 % dari makanan Amerika yang diproses yang mengandung GMO tanaman.

3. Bumbu dari Afrika



Foto: Thinkstock
​Para ​​c​hef menjadikan Afrika sebagai inspirasi di tahun 2016. Menurut National Restaurant Association, 20% lebih chef yang mengatakan bahwa bumbu yang berasal dari Afrika akan menjadi tren di tahun yang akan datang. Menurut chef dari Harlem Rooster dan LA Revolutionario, bulan ini, Conde Nast Traveler mengumumkan bahwa makanan Afrika mendorong Meksiko untuk mengonsums​inya.​ S​elain sebagai makanan etnis ​juga​ memanfaatkan latar belakang Afrika untuk membuat masakan baru.

4. Restoran cepat saji



Foto: Thinkstock
Beberapa restoran cepat saji membuat menu yang lebih sehat, tanpa bahan buatan, dan aditif. Chef Roy Choi dan Daniel Patterson akan memperkenalkan LocoL, bernutrisi, ramah lingkungan. Makanan cepat saji yang menjadi pilihan makanan sehat untuk orang-orang yang tidak bisa mengonsumsi makanan cepat saji sebelumnya.

5. Pengiriman pesanan di supermarket



Foto: Istock
Semakin berkembangnya teknologi membuat semuanya semakin mudah untuk didapatkan. Bukan hanya baju atau barang elektronik yang ​bisa dibeli ​secara online​. S​ayuran hingga daging segar yang terdapat di supermarket dapat ​di​pesan dan diantar ke rumah. IBISWorld meneliti pertumbuhan belanja di supermarket online meningkat 9,5 % setiap tahun dengan pontensial pemasukan $9.4miliar atau setara dengan Rp 128 triliun tahun 2017.



(tan/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads