Mantap! Pisang Gapit Bersaus Legit Wangi dari Warung Banjar

Maya Safira - detikFood Sabtu, 19 Des 2015 14:44 WIB
Foto: Detikfood Foto: Detikfood
Jakarta - Pisang gapit jadi salah satu camilan yang perlu dicoba saat sedang di Balikpapan. Seperti pisang gapit buatan warung yang sudah berdiri lebih dari 40 tahun.

Jika di Makassar ada pisang epe, maka Anda bisa mencoba pisang gapit saat berkunjung ke Balikpapan, Samarinda dan daerah sekitarnya. Olahan pisang khas Kalimatan Timur ini memiliki arti pisang jepit dalam bahasa lokal.

Menurut info salah satu warga, kini keberadaan pisang gapit mulai langka di Balikpapan. Namun 'Waroeng Banjar Bahari' jadi salah satu tempat legendaris dan tersohor untuk menikmati pisang gapit di sana. Maklum saja, warung mungil di dekat Pasar Inpres Kebun Sayur ini sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu.



Tiba di depan rumah makan ini, sudah terlihat pisang-pisang yang berjejer sedang dibakar. Aroma harum pisang bakar lamat-lamat mampir ke indera penciuman. Tampak pembeli mengelilingi area sekitar pembuatan pisang gapit.

Melihat proses pembuatannya, pisang kepok awalnya dibakar di atas bara api dari arang. Kemudian pisang yang sudah setengah matang dijepit memakai alat penjepit dari kayu. 



Setelah itu, pisang kembali dibakar sampai matang sempurna. Proses penjepitan membuat pisang lebih masak sampai ke dalam.

"Ini harus dibakar lagi biar matang. Kalau nggak matang, nanti pembeli nggak suka," ujar anak dari pemilik warung sambil menempatkan kembali pisang ke atas pemanggang.

Kedua sisi pisang pun tampak lebih pipih dengan jejak bakaran hitam pekat. Setelah dirasa sudah matang, pisang digunting-gunting lalu ditaruh dalam piring.

Terakhir, pisang diguyuri kuah kecokelatan beraroma nangka. Kuah ini memang terbuat dari paduan gula merah, santan dan potongan nangka. Saus inilah yang menjadi kunci kenikmatan pisang gapit.

"Dulu Pak Bondan pernah ke sini. Dia bilang rasanya jangan diubah, enak pakai nangka," sambung wanita berjilbab itu.



Pisang dalam sajian ini memiliki tekstur permukaan yang agak keras sedikit kenyal, namun bagian tengahnya lembut. Sementara sausnya bercitarasa mirip kuah kolak namun lebih kental.

Ada paduan rasa legit gula merah dan aroma nangka wangi. Saus ini manisnya pas dengan semburat gurih creamy dari santan. Wah, tentu tak bisa dilewatkan oleh para pecinta pisang!

Rasanya yang enak dan tak berubah, membuat pembeli terus berdatangan. Sampai ada yang sudah puluhan tahun berlangganan pisang gapit.

"Saya dari kecil sampai sekarang selalu beli pisang gapit di sini. Rasanya lebih pas dan cocok di lidah. Apalagi ada nangka jadi wangi," ujar Agus yang kini membawa cucunya untuk menikmati pisang gapit.

Sang pemilik, Supiah, sampat saat ini pun masih aktif melayani pembeli. "Dulu saya jual dari harga 15 perak. Saat itu umur masih 20 tahunan," ujar wanita berusia 65 tahun asal Banjar.



Ramainya pembeli membuat warung harus memasok pisang dalam jumlah besar. Ia tak menyebut angka pasti. Menurut Supiah, biasanya pisang akan dibeli lagi bila persediaan tidak cukup. Sedangkan untuk santan dan gula masing-masing bisa menghabiskan sekitar 15 buah kelapa dan 7 kg gula tiap hari.

Bila tertarik menikmati pisang gapit, Anda cukup membayar Rp 10.000 per porsinya. Selain pisang gapit, Waroeng Banjar Bahari juga punya andalan Sop Singkong Ceker, Soto Banjar dan Mageli.

Warung ini sudah buka dari pukul 09.00. Jika ingin menikmati berbagai makanan di sini, sebaiknya jangan datang terlalu sore. Bisa-bisa Anda kehabisan!

Waroeng Banjar Bahari
Dekat perempatan antara Jalan Letjen Suprapto dan Jalan Mekar Sari
(sebelah Supermarket Giant Kebun Sayur)
Balikpapan
Telepon: 085387195400, 085345201919

(msa/odi)
Load Komentar ...