Saus celupan atau dipping sauce kerap dijadikan pelengkap hidangan. Penggunaan saus ini secara double-dipping dapat memunculkan bakteri hingga 1.000 bakteri per ml.
Double-dipping terjadi ketika makanan dicelupkan ke dalam saus lalu dimakan. Sisa makanan yang sudah digigit kemudian dicelupkan kembali ke dalam saus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah bakteri bergantung pada kekentalan dan keasaman saus celupan. Profesor Ilmu Pangan Paul Dawson menjelaskan saus salsa mengandung 5 kali lipat bakteri lebih banyak (1.000 bakteri per/ml) dibanding saus cokelat dan keju (150-200 bakteri/ml). Dalam 2 jam, jumlah bakteri pada saus salsa berkurang hingga menyamai jumlah bakteri pada saus cokelat dan keju.
Fenomena ini terjadi karena saus salsa tidak sekental saus cokelat dan keju. "Viskositas (ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan dalam fluida) yang rendah menyebabkan semakin banyak saus menyentuh makanan yang sudah digigit, maka semakin banyak pula saus kembali alias tidak menempel pada makanan. Saus tersebut tentunya sudah mengandung bakteri karena bersinggungan dengan bekas gigitan tadi," terang Dawson.
Disisi lain, saus salsa yang cenderung asam dapat membunuh bakteri yang berkembang. Jadi kombinasi antara viskositas dan keasaman-lah yang menentukan seberapa banyak jumlah bakteri ketika saus digunakan secara double-dipping.
Ia menyarankan, "Jika ingin menyajikan makanan dengan saus celupan, ada baiknya tidak melakukan double-dipping."
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN