Staf Kafe Ini Rela Kerja Gratis Demi Bantu Chef yang Terkena Kanker

Staf Kafe Ini Rela Kerja Gratis Demi Bantu Chef yang Terkena Kanker

Maya Safira - detikFood
Rabu, 09 Des 2015 08:05 WIB
Foto: Straits Times/Yahoo News
Jakarta - Strangers' Reunion, sebuah kafe di Singapura, jadi topik hangat di media sosial. Karena kafe melakukan pengumpulan dana melalui kampanye 'Save-A-Stranger' bagi head chef yang terkena kanker.

Dua minggu lalu, chef Sebastian Tan dari Strangers' Reunion didiagnosa terkena kanker paru-paru stadium empat. Penyakitnya sudah menyebar dari paru-baru ke bagian lain. Hingga mencapai otak, tulang dan kelenjar getah bening.

Dalam laporan Straits Times (7/12) disebutkan chef berusia 26 tahun asal Malaysia itu harus menghadapi biaya perawatan sangat besar. Bisa mencapai ratusan ribu dolar. Ditambah lagi, chef Tan merupakan anak tertua yang menjadi tulang punggung keluarga. Chef Tan pun harus kembali ke Malaysia untuk menjalankan radioterapi.



Sementara itu, aksi 'Save-A-Stranger' dilakukan untuk membantu chef. Kafe Strangers' Reunion dan Curious Palette yang masih satu kepemilikan, biasanya tutup pada hari Selasa. Namun staf kafe memilih bekerja gratis sebagai sukarelawan mulai Selasa ini, dari siang sampai pukul 21.00.

Seluruh penjualan kafe hari Selasa akan diberikan pada chef. Aksi akan dilakukan hingga mereka bisa mengumpulkan sekitar $100.000 (Rp 991,7 juta). Tapi jumlah dapat berubah, disesuaikan kondisi dan biaya penyembuhan chef yang sudah bekerja di Strangers' Reunion sejak kafe buka tahun 2013.

Pemilik Strangers' Reunion, Ryan Kieran Tan, kemudian mengunggah info tersebut di Facebook pada hari Minggu. Isi postingan juga menggambarkan chef sebagai orang yang bekerja tanpa lelah di dapur. Chef Tan memastikan semua makanan di meja konsumen bercitarasa enak.

"Kami yakin ia menyentuh hati orang yang pernah ke Strangers' Reunion, dan banyak orang yang pernah bekerja dengannya," tulisnya di Facebook.



Ternyata respon masyarakat sangatlah luar biasa. Kini share untuk post Save-A-Stranger sudah lebih dari 1.500 kali.

"Saya khawatir kami tidak punya cukup chef untuk menjalankan kafe besok. Kami mungkin perlu mencari chef untuk menjadi sukarelawan," ujar Ryan kemarin.

Ryan dan stafnya tak khawatir penyakit chef dapat disembuhkan atau tidak.

"Bagi kami itu tidak penting. Kami hanya ingin ia mendapat kondisi lebih baik," ucap Ryan.

Perkiraan Ryan pun terbukti. Ada banyak pengunjung datang hari ini ke kafe yang berlokasi di Kampong Bahru Road.



Siang hari saat kafe baru buka, sudah ada antrean 30 orang di depan kafe. Pada pukul 12.45, kafe pun sudah penuh pengunjung. Salah satunya, Kenneth Lai yang datang bersama kedua orang tuanya.

"Nenek saya meninggal karena kanker sehingga saya mengerti keadaannya," ungkap Kenneth yang tergerak mendengar kisah chef Tan.

Adapun pemilik kafe rencananya akan meluncurkan situs SaveAStranger.sg untuk melanjutkan pengumpulan dana.

(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads