Ichitan, Berjualan Koran hingga Sukses Jadi Pengusaha

Laporan dari Bangkok

Ichitan, Berjualan Koran hingga Sukses Jadi Pengusaha

Lusiana Mustinda - detikFood
Kamis, 26 Nov 2015 09:33 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta -

Menjadi sukses bukanlah hal yang mudah. Berbekal tekad yang tinggi, Mr. Ichitan dapat bangun dari kegagalan dan membuat banyak bisnis baru di Thailand.

Selama acara "My Ichitan Moment Media Fam Trip" pada 23 hingga 25 November 2015 di Thailand. Tan Passakornatee, pengusaha asal Thailand berbagi cerita mengenai pengalaman hidupnya. Mulai dari perjalanan hidup yang sulit hingga kesuksesan yang di dapat dalam bisnis.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah lulus sekolah menengah pertama (SMP), ia bekerja di Ratthane Metro Co Group Sahapatphibon di Bangkok. Pria yang biasa disapa dengan Mr. Ichitan ini selama 5 tahun memulai karirnya menjadi pegawai biasa dan saat sudah menjadi sales supervisor, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengundurkan diri dan membuat usaha sendiri.

"Awalnya saya menjual koran di usia 21 tahun di terminal Chonburi, Thailand sekaligus menjalankan bisnis lain seperti rumah makan," jelas Mr. Ichitan (24/11).

Ia menjelaskan bahwa semua berubah saat krisis ekonomi melanda Thailand pada tahun 1997. Dan hal ini berdampak pada bisnisnya, kemudian menyebabkan ia memiliki hutang sebesar 100 juta Bath atau sekitar 40 milyar rupiah.

Setelah itu, ia kembali ke Bangkok untuk membangun usaha T.Y Marriage Studio Co. Ltd. Ini merupakan studio foto pernikahan yang pertama di Shoi Thonglor pada tahun 1993. Ia berhasil menyelenggarakan pernikahan untuk 2.000 pasangan.

Sejak saat itu reputasi bisnisnya meningkat dan saat ini studionya sudah memiliki lebih dari 20 cabang di Soi Thonglor.

Di tahun 2011, Mr. Ichitan kembali bangkit dari keterpurukannya setelah alami banjir di tahun 2010.

"Generasi sekarang, sebaiknya carilah uang dan tabunglah uang sebanyak-banyaknya. Gunakanlah uang untuk mencari ide," ujar ayah dua anak ini.



Dengan kata lain, jika Anda jalan-jalan ke suatu negara, Anda tidak hanya sekedar jalan-jalan. Akan tetapi juga mencari relasi dan juga ide bisnis. Sehingga saat Anda pulang, Anda bisa mendapatkan ide bisnis di negeri sendiri.

"Yang terpenting adalah ikhlas. Cara ini bisa membuat Anda bahagia," tambah Mr. Ichitan. Ia mengumpamakan seperti seduhan teh. Pertamanya pahit tapi kalau diminum terus rasanya akan manis.

"Yang paling menginspirasi saya adalah kedua orangtua dan Raja Thailand," tambah Mr. Ichitan. Selain itu, ia juga terinspirasi dari mantan bos di kantornya ia terlebih dahulu yang punya perusahaan mie tetapi hanya lulusan kelas 4 SD.



Tak hanya pabrik teh dan rumah makan, Mr. Ichitan juga memiliki lahan luas yang di dalamnya didirikan bangunan seperti resto dan toko yang disewakan.

Setiap tahun, 50 persen dari keuntungan pribadi Tan Passakornnatee dan istrinya Eng Passarkonate disumbangkan ke yayasan Tan Pan.

Tan pan ini merupakan organisasi non profit yang telah berdiri sejak tahun pertama operasi Ichitan hingga tahun 2019. "Saat nanti saya berusia 60 tahun, saya dan Eng akan menyumbangkan tidak kurang dari 90 persen keuntungan pribadi untuk yayasan Tan pan dengan fokus pada pengembangan pendidikan dan lingkungan di Thailand.

(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads