Dalam laporan The Guardian (17/11), McCafe buka pada Jumat lalu di bekas rumah Chiang Ching-kuo yang menjabat presiden Taiwan tahun 1978-1988. Lokasinya dekat Danau Barat di Hangzhou, provinsi Zhejiang. Bagian sisi sayap dari villa dua lantai buatan tahun 1931 itu sudah berubah jadi Starbucks pada bulan Oktober.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas lokal kemudian mencoba menyewakan bangunan yang terdaftar sebagai situs sejarah, selama bertahun-tahun. Kontroversi pun mulai menarik perhatian publik pada awal Februari 2015. Setelah otoritas di Hangzhou menyetujui aplikasi McDonald's membuka gerai kopi di rumah itu.
Salah satu penggunan Weibo, situs microblogging China, tak setuju dengan pemakaian bangunan tersebut.
"Tanda (pada bangunan) menyebut itu adalah situs warisan. Seharusnya dipertahankan sejarah asli dan budayanya. Sebagai peninggalan sejarah, tidak seharusnya dikomersialkan!" ucap pengguna Weibo.
Namun pengguna Weibo lainnya yang merupakan mahasiswa arsitektur menyebut McDonald's sudah mempertahankan struktur lama dan menjaga gaya asli China. Ia menambahkan McDonald's tidak hanya melindungi warisan, tapi juga lebih memudahkan turis.
Cucu Chiang Ching-kuo, Demos Yu-bou Chiang, mengaku sebelumnya sempat diajak mengambil bagian dalam restorasi bangunan. Tapi ia menolak kerja sama saat tahu akan diubah jadi McDonald's.
"Ini mungkin karena sifat pemberontak saya, tapi ini sesuatu yang saya tidak mau lakukan dan menolak bekerjasama," ucap Demos.
Ini bukan kali pertama jaringan cepat saji asing dikritisi karena membuat restoran di situs sejarah. Pada tahun 2007, pembawa berita Rui Chenggang sempat memulai gerakan untuk meniadakan gerai Starbucks dari Forbidden City di Beijing.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN