Saffron, Pewarna Makanan Termahal di Dunia Dihargai Rp 270 Juta per Kg!

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Selasa, 10 Nov 2015 16:19 WIB
Foto: Next Shark / Thinkstock
Jakarta - Saffron digunakan sebagai rempah, pewarna, dan pengharum makanan alami. Karena masa panennya yang singkat, harga jual putik sari bunga Crocus ini mencapai ratusan juta rupiah per kg.

Foodbeast (10/11) menyebutkan untuk menghasilkan 1 gram saffron diperlukan 150 bunga ungu Crocus sativus Linnaeus yang harga jualnya berkisar antara 2000-10.000 dollar atau sekitar Rp 54-270 juta per kilogram-nya. Harga jual selangit disebabkan proses pengolahan saffron yang memakan waktu dan energi.



Saffron yang merupakan putik sari dari bunga Crocus ini hanya tumbuh di wilayah bercuaca ekstrem dengan masa panen singkat, yaitu satu minggu dalam satu tahun. Saffron juga harus dipetik satu per satu menggunakan tangan.



Masyarakat Persia, India, Eropa, dan Turki kerap menggunakan saffron dalam hidangannya. Ada aroma unik dan warna kuning cantik yang dihasilkan dari pemakaian saffron. Beberapa yang populer adalah paella dari Spanyol dan risotto dari Italia utara.

Selain digunakan dalam masakan, saffron diolah menjadi bahan wewangian parfum dan pewarna pakaian. Sebuah desa di utara Iran dekat Torbat-E Heidarieh baru saja memanen saffron pada 31 Oktober lalu. Seperti diketahui, Iran menyuplai 95% kebutuhan saffron dunia.



India, tepatnya, Kashmir juga menjadi tempat tumbuh bunga Crocus. Para petani di Kashmir menanam bunga golongan Iridaceae ini di ladang Pampore. Mereka kerap memanfaatkan saffron sebagai bahan pengobatan asma, batuk, insomnia, hingga kanker.

(adr/odi)