Untuk Atasi Kelaparan, Komunitas Ini Mencangkok Pohon Buah di Pohon Pinggir Jalan

Untuk Atasi Kelaparan, Komunitas Ini Mencangkok Pohon Buah di Pohon Pinggir Jalan

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood
Kamis, 05 Nov 2015 11:05 WIB
Foto: NPR/Oddity Central
Jakarta - Krisis pangan dan banyaknya kelaparan kini sudah menjadi persoalan dunia. Komunitas kecil dari San Francisco ini pun tak mau tinggal diam dan membentuk​ The Grafting Guerrilas!

Komunitas ini bukan komunitas pengumpul makanan atau donasi. ​Tetapi ​menyediakan makanan untuk publik lewat area umum. Mereka mencangkok tanaman yang berada di pinggir jalan dengan batang apel, cherry, pir, atau persik.

Karena berasal dari San Francisco, ​maka​ hampir semua pohon di Bay Area punya dahan cangkokan. Sasaran mereka memang pohon yang umumnya tidak berbuah di pinggir jalan. ​Seperti dilansir oleh NPR (04/11) ​​m​ereka sangat berharap gerakan ini dapat menolong para tunawisma untuk dapat menikmati makanan dengan bebas tanpa harus membelinya​.​



Namun​,​ gerakan The Guerilla Grafters ini dinilai sebagai gerakan ilegal bahkan sempat dianggap ​gerakan vandalisme. Pasalnya, pemerintah lebih memilih pepohonan hias yang tak berbuah untuk ditanam di pinggir jalan. Buah yang ​matang di ​pohon bisa membusuk dan berjatuhan di jalanan. Menurut peemrintah​ setempat​, hal ini bisa membahayakan dan menyebabkan terpelesetnya pejalan kaki.

"Guerilla Grafters memang mungkin tak menyelesaikan persoalan krisis pangan, namun setidaknya bisa menyediakan lingkungan yang terbarukan," demikian tulis​ Guerilla Grafters di akun Facebook-nya.

Walau dinilai beberapa pihak sebagai pengganggu, para anggota Guerilla Grafters ini pun menyanggahnya. Menurut mereka, gerakan ini cukup bertanggung jawab.

​"Setiap pohon punya pemerhati masing-masing. Mereka akan merawat dan memperhatikan perubahan apapun setiap pohon yang mereka cangkok," ucap Tara Hui, salah satu anggota The Guerilla Grifters.

"Awalnya pun kami hanya ingin menanam pohon buah di depan rumah kami masing-masing. Tapi banyak teman-teman khususnya dari organisasi seperti Friends of the Urban Forest yang menyayangkan mengapa tak banyak pohon buah yang dapat ditemui di jalan-jalan. Maka pencangkokkan buah ini pun kami pilih sebagai solusinya," sambungnya lagi.

Dengan cangkok, pohon pun tidak lantas ​mengubah ​semuanya. Hanya beberapa bagian saja yang ditumbuhi tunas baru, lalu keluar buahnya. Untuk mencangkok, memupuk, dan menyiramnya setiap hari, Guerilla Grafters pun menjamin tak akan menggangu lingkungan sekitar.



Dengan kesabaran dan ketekunan, sudah banyak pepohonan di sekitar San Francisco yang ​ber​buah. Apel hijau segar yang tumbuh dari hasil cangkokan tidak keluar dalam jumlah banyak, dan membuat setiap orang yang melihatnya kagum. Karena semakin banyak orang yang mendukung gerakan ini, The Guerilla Grafters pun akhirnya membuat ​aplikasi​ yang berisi tips-tips pencangkokkan dan menolong anggota untuk menemukan pohon yang cocok untuk dicangkok.

"Kami selalu optimis pada gerakan ini. Entah mengapa, saya malah membayangkan jika suatu hari saya dan teman-teman akan menggelar tikar dan keranjang untuk menampung buah-buahan itu. Lalu kami pun piknik dengan buah yang kami tanam di depan kantor kami sendiri," kata seorang anggota The Guerilla Grifters yang lain.

(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads