Pemerhati lingkungan, Lindsay Coulter menyebut sepertiga makanan yang diproduksi dunia akan berakhir di pembuangan. Menurutnya, salah satu penyebab adalah kekeliruan konsumen tentang tanggal best before di kemasan makanan.
βOrang-orang umumnya menyamakan tanggal best before dengan tanggal expiration, padahal dua istilah tersebut adalah hal berbeda,β ujar peneliti makanan, Dr. Gary Sandberg kepada Global News (27/10).
Tanggal best before berkaitan dengan kualitas makanan, bukan keamanan konsumsi makanan tersebut. βBest before pada kemasan makanan menunjukkan perkiraan masa simpan produk selama 90 hari,β ujar Sandberg.
Ia menambahkan, βJika makanan telah melewati tanggal best before, jangan terburu-buru membuangnya. Makanan tersebut tetap aman dikonsumsi jika belum dibuka dan disimpan dengan benar. Hanya saja rasa dan kesegaran makanan sedikit berkurang.β
Namun Sandberg mengingatkan hal tersebut tidak berlaku untuk makanan yang kemasannya sudah terbuka atau dibekukan.
βKetika kemasan makanan sudah dibuka, maka makanan akan mudah terkontaminasi oleh apapun,β terang Sandberg.
Susu, misalnya, dapat bertahan 7 hari setelah lewat tanggal best before. Berlaku untuk kemasan terbuka atau tertutup. Sedangkan telur bertahan 3-4 minggu dan yogurt bertahan selama 7-10 hari setelah kemasan dibuka.
Sementara itu, tanggal expiration menunjukkan tanggal terakhir dimana makanan aman dikonsumsi. Sandberg mengatakan, βSetelah tanggal tersebut lewat, produsen tidak dapat menjamin komposisi zat gizi makanan masih stabil atau tidak.
Makanan kalengan punya masa simpan lebih panjang. βKebanyakan akan bertahan hingga 2 tahun asalkan kemasannya masih bagus dan disimpan dalam temperatur semestinya,β pungkas Sandberg.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN