Nikmati 5.600 Mie Instan di Dunia, Pria Ini Masih Cari yang Terenak

Nikmati 5.600 Mie Instan di Dunia, Pria Ini Masih Cari yang Terenak

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood
Selasa, 27 Okt 2015 10:15 WIB
Foto: Asahi, I-ramen.net
Jakarta -

Sepertinya tak ada yang lebih menyenangkan pria ini daripada semangkuk mie instan. Bagaimana tidak, pria ini rela pensiun dini ​demi bisa menikmati mie instan dari seluruh dunia!

Selain menjadi insinyur, Toshio Yamamoto ternyata punya pekerjaan sampingan yang menarik. Selama 20 tahun belakangan, ia telah menikmati sebanyak 5.600 kemasan mie instan atau ramen instan dari berbagai negara. Sesudah ia menikmatinya, ia akan mengulasnya di situs pribadinya.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total sudah ada mie instan dari 40 negara yang ia cicipi. Pria asal Jepang ini juga telah memiliki banyak penggemar karena website pribadinya yang bernama i-ramen.net. Dalam website tersebut, setiap mie instan yang ia ulas punya catatan sendiri dan menjadi arsip yang rapi. Semua orang pun bebas untuk mengaksesnya.

Dari tahun 1996, pria berumur 55 tahun ini mencoba mie instan tersebut, lalu menulis berbagai komposisi di dalamnya. Ia menulis asal mie tersebut, berapa lama mie tersebut dimasak, kandungan sodium, kalori, tekstur, dan rasanya. Ia juga memberi rating atau peringkat kepada mie tersebut dari nomor 1 hingga 5, dari yang paling buruk hingga terenak. Namun, sejauh ini ia hanya memberikan 4 rating untuk mie yang ia ulas.

“Ketika Anda menikmati mie instan, isi kemasannya akan hilang, dan yang tertinggal hanyalah bungkusnya. ​Tujuan saya adalah untuk tetap merekam isinya hingga tak mudah dilupakan,” ujarnya lagi.

Tak hanya mengulasnya lewat catatan, ia juga kerap membuat video ketika memasak mie instan tersebut dan menunggahnya ke Youtube. Video ini bahkan telah dilihat hingga 22 juta kali!

Seakan belum cukup, ia juga membuat Sokuseki Mencyclopedia, buku karangannya sendiri yang menjelaskan bermacam mie instan dari seluruh dunia. Ceritanya, Yamamoto yang sudah tertarik dengan mie instan sejak di sekolah dasar ini memulai perjalanan mencoba berbagai mie instan ini sejak ia masih jadi insinyur. Karena sering bepergian, ia selalu mencoba ragam mie instan dari setiap daerah yang ia datangi.



Perhatiannya selama ini terhadap mie instan juga menimbulkan berbagai pemikiran. Salah satunya, ia mengaku ada yang berbeda dari mie instan beberapa tahun yang lalu dan yang sekarang. “Dulu, tujuan produsen mie instan adalah memberi kepraktisan pada konsumen. Misalnya saja, menghemat waktu memasak,” jelas pria yang juga telah mengulas puluhan mie instan dari Indonesia ini.

“Namun, kini​ produsen tersebut malah menggabungkan selera masyarakat dan tren kuliner pada konsumennya, dalam artian mereka melupakan tujuan utama mereka,” tut​u​rnya.

Yamamoto juga menyadari bahwa mie instan lebih terkenal di negara maju, dan mie instan akan terlihat sebagai sesuatu yang biasa di negara berkembang. Pria ini masih terus mencari mie instan dengan rasa terbaik sampai ia memberikan rating yang terbaik, yaitu rating 5. Ia mengaku tak akan berhenti mencari mie instan dari seluruh dunia sampai ia menemukannya.

(lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads