Kementerian ingin menghilangkan suumber kasus tipus yang meningkat di perkotaan. Direktur Divisi Pengendalian Penyakit, Dr Chong Chee Kheong, mengatakan kementerian melakukan investigasi sumber wabah tipus di beberapa area Kuala Lumpur.
Hal tersebut dilakukan untuk menentukan apakah sumbernya dari satu atau beberapa tempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dr Chong, jika orang yang terinfeksi menyantap makanan dari wilayah tertentu di Kuala Lumpur, maka area itu akan diselediki dan diberi penilaian. Akan tetapi bila makanan berasal dari daerah lain maka tempat tersebut akan diperiksa.
"Jika tempatnya tidak bersih, kami akan menutupnya. Konsumen harus teliti dengan tempat makannya. Tidak perlu mahal tapi tempatnya bersih," tambah Dr Chong.
Penyelidikan sumber kasus tipus akan memakan waktu beberapa saat. Sebab pasien tipus mengonsumsi bermacam makanan di tempat-tempat berbeda selama tiga minggu. Penyelidik pun harus mengambil sampel dari semua tempat.
Pada hari Senin (19/10), kementerian kesehatan memperingatkan wabah tipus setelah terjadi 32 kasus di Cheras, Titiwangsa, Kepong dan Lembah Pantai sejak Agustus. Peringatan diberikan karena orang tidak menganggap kasus tipus terjadi di Kuala Lumpur. Sebab tipus biasa berhubungan dengan daerah pedesaan yang tingkat kebersihannya rendah.
Dr Chong menyebut tipus menjadi endemik di Malaysia dan berhubungan dengan kontaminasi makanan sekaligus minuman karena kebersihan yang buruk. Ia menyebut sekitar 200-300 kasus tipus dilaporkan tiap tahun. Penyebabnya adalah bakteri Salmonella typhi yang disebarkan oleh makanan atau minuman terkontaminasi kotoran orang yang terkena infeksi.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN