Pecel Lele Berasal dari Jawa Tengah atau Jawa Timur?

ADVERTISEMENT

Olahan Lele Lezat

Pecel Lele Berasal dari Jawa Tengah atau Jawa Timur?

Lusiana Mustinda - detikFood
Minggu, 25 Okt 2015 12:15 WIB
Foto: detikFood
Jakarta -

Teksturnya yang garing dengan rasa gurih sangat enak disantap dengan cocolan sambal. Konon, sajian lele ini berasal dari Jawa Tengah tetapi ada yang menyebut dari Jawa Timur.

Pecel lele banyak dijumpai di Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai makanan yang sederhana dan sedap. Makanan ini berupa ikan lele yang digoreng kering sehingga teksturnya garing. Disajikan dengan sambal dadak.

Biasanya sambal yang digunakan adalah sambal tomat, ditambah dengan aneka lalapan yang terdiri dari kemangi, kubis, mentimun dan kacang panjang. Pecel lele merupakan kaki lima yang tergolong murah. Makanan ini sangat digemari di pulau Jawa.



Beberapa sumber menyebutkan pecel lele, berasal dari Jawa Tengah. Akan tetapi sumber lainnya mengatakan bahwa, pecel justru berasal dari Lamongan, Jawa Timur.

Di Lamongan pecel berasal dari kata "pecek" merupakan asal kata dari lauk yang berarti dipenyet dan dibaluri dengan sambal atau dikenal dengan istilah populer 'penyetan'. Walaupun banyak masyarakat Lamongan yang berjualan pecel lele, konon dulu mereka dilarang untuk mengonsumsinya.

Cerita berawal ketika Sunan Giri III pergi untuk menyebarkan agama Islam menggunakan perahu menyusuri sepanjang aliran Bengawan Solo ke desa-desa.

Sesampainya di daerah Lamongan, ia bertemu dengan mbok Rondo yang sedang menjahit dan ia mengajaknya berbincang hingga larut malam. Sampai suatu ketika ia berpamitan dan ternyata kerisnya tertinggal di bale.

Sunan Giri III mengutus Ki Bayapati dengan menggunakan ilmu sirep untuk sampai ke lokasi gubuk mbok Rondo secara sembunyi-sembunyi, tetapi mbok Rondo mengira Ki Bayapati maling dan meneriakinya.

Hingga pada akhirnya ia masuk ke dalam kolam untuk menghindari amukan massa. Tak disangka tiba-tiba kolam itu dipenuhi oleh ikan lele di permukaannya sehingga keberadaan Bayapati tidak diketahui. Dan sejak saat itu masyarakat Lamongan tidak diperkenankan mengonsumsi ikan lele.



Seiring dengan berkembangnya waktu dan informasi, masyarakat mulai meninggalkan cerita ini dan menikmati ikan lele sebagai makanan sehari-hari. Hal ini dikarenakan harganya yang murah dan pembudidayaannya yang mudah.

Terlepas dari itu, pecel lele merupakan makanan yang berasal dari beberapa pengaruh kuliner daerah. Sehingga menghasilkan sajian ikan lele yang garing dan gurih serta disajikan lengkap dengan sambal, lalapan dan nasi hangat. Di Jakarta, kebanyakan para penjual pecel lele juga menjual soto Lamongan dan buka di malam hari.

(adr/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT