Rayap dan Ulat Sutra Jadi Camilan Populer di Ghana dan Thailand (2)

Rayap dan Ulat Sutra Jadi Camilan Populer di Ghana dan Thailand (2)

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Kamis, 15 Okt 2015 15:44 WIB
Foto: The Daily Meal
Jakarta - Saat ini terdapat 1.900 jenis serangga yang dapat dimakan. Beberapa negara mengolah serangga tersebut bersama aneka bumbu agar rasanya makin lezat.

National Geographic menyebutkan serangga dikonsumsi di 36 negara Afrika, 29 negara Asia, 23 negara Amerika, dan 11 negara Eropa. Kumbang dan ulat sutra jadi jenis serangga yang paling banyak dikonsumsi. Selain keduanya, negara-negara ini juga mengonsumsi jenis serangga lain.

6. Jepang

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarah konsumsi serangga di Jepang sudah ada sejak ribuan tahun lalu, ketika manusia sulit menemukan sumber protein. Mereka akhirnya mulai mengonsumsi serangga air. Hingga kini beberapa restoran di Jepang masih menyuguhkan belalang goreng, ngengat sutra kepompong goreng, dan larva tawon rebus.

7. Meksiko



Meksiko punya 300-550 spesies serangga yang dapat dimakan. Jumlah ini adalah yang terbanyak di dunia. Restoran di Mexico City menawarkan kumbang, larva semut, belalang goreng, dan telur serangga air dalam menu mereka. Bumbu utama untuk mengolah serangga adalah garam dan bawang putih.

8. Thailand

Di Thailand, cacing bambu goreng dijual di kantong kecil sebagai camilan. Banyak juga gerobak makanan yang menjual hingga 10 jenis serangga seperti ulat sutra, serangga air, dan belalang. Serangga tersebut biasanya digoreng dan dibumbui sedikit garam.

9. Belanda



Belanda termasuk negara pelopor pengonsumsi serangga di Eropa. Warga Belanda mengakui kehebatan serangga sebagai sumber protein. Beberapa restoran di sana mulai mengolah cacing dan belalang.

(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads