Rayap dan Ulat Sutra Jadi Camilan Populer di Ghana dan Thailand (1)

Rayap dan Ulat Sutra Jadi Camilan Populer di Ghana dan Thailand (1)

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Kamis, 15 Okt 2015 14:32 WIB
Foto: The Daily Meal
Jakarta - Serangga sudah jadi makanan umum di beberapa negara. Warga China, misalnya, mengonsumsi laba-laba hitam sebagai camilan. Begitu juga dengan warga negara ini.

Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menyerukan warga dunia untuk mengonsumsi serangga. Disamping gizinya yang tinggi, konsumsi serangga sangat menguntungkan lingkungan. Negara-negara yang dirangkum The Daily Meal (15/10) berikut sudah umum mengonsumsi serangga.

1. Indonesia



Di Bali, capung sangat populer sebagai santapan. Untuk menangkap capung diperlukan tongkat yang sudah dilumuri lateks atau getah buah nangka. Capung akan tertarik pada aromanya dan mendekat pada tongkat tersebut. Saat inilah, tangan pemburu harus cepat menangkap capung. Capung dimasak dengan cara dipanggang menggunakan arang atau dibumbui dengan jahe, bawang merah, dan santan. Jika ingin dibumbui, sayap capung umumnya dilepas.

2. Brazil

Di Brazil, semut ratu dikonsumsi sebagai camilan. Kabarnya, camilan ini disukai banyak orang karena rasa mint semut yang khas. Semut ratu bisa diolah dengan cara digoreng atau dicelupkan dalam cokelat.

3. Kamboja



Banyak orang menganggap tarantula sebagai hewan menyeramkan. Namun masyarakat Kamboja, khususnya di wilayah Skun justru mengonsumsinya. Disana bahkan ada pasar laba-laba yang menjual tarantula goreng. Tarantula umumnya dibumbui dengan gula karamel, garam, minyak, dan bawang putih.

4. China



Serangga telah umum dikonsumsi masyarakat China. Ini terlihat dari banyaknya restoran China yang menawarkan olahan serangga. Di pasar Beijing, Anda dapat menemukan kepompong ulat, laba-laba hitam, dan kalajengking yang ditusuk layaknya sate. Sementara di China Utara, dijual jangkrik larva, belalang, dan kepompong ulat sutra.

5. Ghana

Memasuki musim hujan, pasokan bahan makanan di Ghana kerap kali menipis. Masyarakat di sana akhirnya mengumpulkan rayap bersayap untuk dikonsumsi. Rayap umumnya akan digoreng, dipanggang, atau dijadikan bahan pembuatan roti. Rayap bersayap mengandung 38% protein dan tinggi kandungan kalsium, zat besi, serta asam lemak esensial.

(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads