Dilanda kekeringan, kota yang terletak sekitar 170 mil dari Utara San Francisco, baru-baru ini menyatakan darurat air 'tahap 3'. Hal ini membuat para pebisnis dan juga penduduk diwajibkan untuk mengurangi penggunaan air sebesar 30 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk melakukannya, pemerintah Fort Bragg memerintahkan restoran untuk menggunakan piring, cangkir dan sendok garpu sekali pakai untuk mengurangi pencucian piring dan secara drastis mengurangi pencucian taplak meja dan serbet. Selain itu, restoran juga hanya melayani air minum pelanggan hanya atas permintaan.
"Beberapa restoran mungkin dapat menggunakan peralatan plastik untuk memotong filet mignon. Tapi bagaimana dengan steak? Tentu kami akan kesulitan," tutur Jim Hurst, co-owner Silvers di Wharf dan Point Noyo Restaurant and Bar dalam NPR (07/10/15).
Beberapa restoran juga masih menentang hal ini. Karena menurut mereka, penghematan air bisa dilakukan dengan cara lain dan tidak dapat dilakukan untuk semua jenis makanan. Sebagian besar konsumen juga telah berhenti menyiram rumput, mencuci mobil serta memperbaiki peralatan yang rusak dan mematikan mesin air jika tidak digunakan.
Sungai Noyo merupakan mata air yang penting dalam persediaan air untuk minum dan untuk kegiatan lainnya di kota ini. Tetapi karena kota ini alami kekeringan justru rasanya terlalu asin untuk digunakan.
Pengurangan air ini hanya akan dilakukan beberapa hari sampai semuanya menjadi kembali normal. Dengan adanya peraturan ini warga kota berhasil mengurangi penggunaan dari sekitar 500.000 galon sehari hingga 400.000 galon sehari.
Hukuman yang diberikan bagi siapa saja yang tidak mentaati belum jelas. Tetapi pemerintah kota tetap masih mengajak para penduduk dan pengisaha restoran untuk sama-sama mengurangi penggunaan air.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN