Warung Tenda Seafood

Ini Dua Warung Seafood Legendaris di Jakarta

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood Jumat, 09 Okt 2015 10:42 WIB
Foto: Detikfood
FOKUS BERITA Warung Tenda Seafood
Jakarta -

Meski hanya berjualan seafood segar, warung tenda ini bertahan hingga puluhan tahun. Ini tak lain karena kualitas sajian seafoodnya yang dipertahankan hingga lebih dari dua generasi.​

Warung seafood tenda yang tersebar di berbagai daerah, khususnya Jakarta ternyata ​punya sejarah panjang​. Beberapa warung tenda seafood di Jakarta bahkan ada yang berumur lebih dari 40 tahun dan sudah dipegang oleh generasi penerus. Salah satunya adalah gerai Seafood 99 milik Athai di kawasan Pecenongan.



Gerai seafood miliknya sudah ada sejak tahun 1972. Athai mengaku sebagai generasi ketiga yang mengelola gerai ini. Selama berpuluh-puluh tahun, bahkan sejak ia muda belia, ia ​turut​ merasakan suka-duka gerai seafood ini.

“Tempat ini bukan tempat pertama kami membuka warung seafood. Awalnya, Seafood 99 buka di daerah Pecenongan juga, tapi masuk ke dalam. Pada tahun 1995 kami digusur dan akhirnya mendapat tempat disini. Mempertahankan gerai seafood ini bukan pekerjaan yang mudah,” kata pria berkacamata ini.

Sejak penggusuran tersebut, Seafood 99 membuat ukuran gerainya lebih besar daripada sebelumnya. Walau​pun​​ ​bangunannya masih tetap semi permanen. Selain ​itu​ resep andalan generasi pertama dan kedua pun tetap ia pertahankan. Ragam menu yang ada sejak gerai ini buka hingga sekarang pun tetap sama.

“Menu dan resep tetap kami pertahankan karena sejak dulu sudah banyak yang menyukainya. Saya tak pernah terpikir untuk mengubahnya. Karena, pertahanan citarasa inilah yang membuat gerai kami dikenal banyak orang. Walau banyak juga gerai seafood di sekitar sini​. K​ami tetap percaya diri karena gerai kami termasuk gerai yang paling tua,” jelas Athai.

Walau termasuk gerai yang tertua, terlaris, dan paling dikenal, gerai ini juga mendapat banyak tantangan. “Untuk bisa bertahan hingga sekarang, kami harus melewati berbagai proses. Kadang, gerai kami juga sepi dari gerai lain, dan untuk menyeimbangkan gerai seafood baru, kami bersaing ketat soal harga. Kalau tak begitu, kami tak bisa bertahan selama 40 tahun lebih,” tuturnya.

Selain Athai, ada juga Abeng, pengelola Santiga Seafood di bilangan Fatmawati. Ia sudah membuat usaha Seafood sejak tahun 1989 di Bendungan Hilir. Ia pun pindah sejak tahun 2000-an ke Fatmawati lantaran tak diberi izin berjualan kembali oleh p​emilik tempat​.



“Tempat kontrakan saya di Bendungan Hilir dulu diubah jadi gerai seafood juga dengan nama gerai dan seragam yang hampir sama dengan di​ ​​sini. Tapi, orang yang sudah tahu tidak akan terkecoh kalau Santiga sudah pindah ke Fatmawati,” kata Abeng yang meracik semua saus dan bumbu Santiga Seafood.

​Sepanjang jalan Fatmawati banyak​ gerai seafood. Selain Santiga, ada tiga atau empat gerai besar lain yang menawarkan menu dan sajian serupa. ​Namun, ​gerai Santiga termasuk gerai yang ramai didatangi pengunjung.

Menurut kedua gerai seafood ini, pakem utama yang paling penting dalam mempertahakan gerai seafood adalah soal rasa. “Karena ingin rasanya enak, saya masih membuat bumbu dan saus setiap hari dengan tangan sendiri. Ini semua tak lain untuk menjaga citarasa asli,” ujar Abeng.

Serupa dengan Abeng, Athai juga masih menjaga rasa semua menunya termasuk Kepiting Saus Lada Hitam dan Gurame Asam Manisnya sama seperti dulu.

 “Rasanya senang sekali ketika ada seorang dua orang yang berk​pmentar​ bahwa ia kangen masakan gerai kami. Dan ketika mereka mencobanya kembali, rasanya masih tetap sama. Pelanggan kami malahan ada yang sudah membawa anak bahkan cucu kesini dan mengenalkan masakan kami pada keluarga besarnya,” jelas Athai.

Untuk ke depannya, kedua pria pengelola warung tenda seafood ini pun masih berusaha menyajikan yang terbaik di gerainya masing-masing bersama 10-15 pegawainya. Di tengah kepulan asap, lalu lalang kendaraan, debu jalanan, dan orang yang datang silih berganti, gerai seafood Abeng dan Athai masih mempunyai ruang di banyak hati para pencinta seafood Ibu Kota.



(msa/odi)
FOKUS BERITA Warung Tenda Seafood