Makanan kalengan umumnya dimanfaatkan saat tak punya banyak waktu memasak atau saat darurat, seperti perang atau banjir. Jenisnya juga beragam. Dari olahan daging, buah, kacang-kacangan hingga sayuran dan makanan jadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan bar-bar lainnya di Mr. Kanso tidak ada menu makanan. Jadi, jika pengunjung ingin makan sesuatu tinggal memilih makanan yang ada di rak kemudian diberikan kepada bartender untuk dihangatkan. Tidak perlu menunggu lama, dalam waktu 5 hingga 10 menit makanan siap untuk dimakan.
Pemilik bar, Yasuhiro Nakano mengatakan bahwa makanan yang paling populer dan banyak disukai pengunjung adalah omelet kalengan. Selain itu juga ada kari Hokkaido, ramen, takoyaki, sup jagung hingga salad khas Prancis. Jika ingin mencoba makanan yang tidak biasa bar kalengan ini juga menyediakan menu atraktif seperti larva lebah.
Beragam jenis makanan maupun minuman tersedia di bar ini, harga yang ditawarkan jika tidak terlalu mahal. Berkisar dari $2 atau sekitar Rp. 28.000 sampai hampir $50 sekitar Rp. 700.000 untuk sekaleng lobster.
Dikutip dari MS News Now (06/10), alasan Nakano menjalankan bisnis ini karena untuk menghidangkan makanan Nakano tidak membutuhkan juru masak yang ahli, tidak membutuhkan banyak tenaga kerja, tidak ada kebutuhan peralatan dapur khusus yang disediakan.
Selain itu biaya operasi bar Mr. Kanso juga sangat rendah, sementara penghasilannya sekitar 3 juta yen atau $ 38,000 (Rp. 530 juta). Sekitar sepertiga dari biaya yang umum untuk membuka dan menjalankan sebuah restoran yang biasa.
Bisnis Nakano dimuali sejak tahun 2002 dan saat ini telah memiliki 17 cabang diberbagai tempat di Jepang diantaranya Kanda, Asakura, Tamachi, nerima, Kameido dan Otyanomizu. Sejumlah 14 di antaranya berupa waralaba dan terus berkembang.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN