Nancy Warner adalah seorang arkeolog yang menciptakan Potlicker, selai dari bir dan jelly. Awalnya, pada suatu pagi di musim dingin ia ingin menikmati setangkup roti dengan selai. Namun, pagi itu ia tak menemukan selai. Nancy yang kehabisan selai dan buah pun akhirnya mengecek lemari bir di rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Semuanya terjadi seperti kebetulan. Saya seorang arkeolog yang memutuskan pindah ke Vermont bersama suami. Di tempat baru ini, saya belum mendapat pekerjaan. Jadi, hobi membuat food blog pun jadi pelampiasan dan kecanduan,” kata arkeolog berumur 34 tahun ini.
Pelampiasan dan kesukaannya pada food blogging membuatnya terinspirasi untuk berkarya. Ia pun tadinya membuat selai dari wine. Namun, wine punya proses berbeda dari yang lain. “Karenanya, saya menggunakan bir untuk membuat selai ini,” katanya lagi.
Nancy pun merasa percaya diri karena ia belum pernah mendengar selai dengan rasa seperti ini. “Walau selai ini punya rasa bir, selai ini tak mengandung alkohol. Alkoholnya telah hilang karena bir ini telah dimasak dengan gula,” jelasnya.
Terkenalnya selai ini pun membuatnya berpikir untuk membuat selai secara komersial. Dalam setiap stoplesnya, selai ini dihargai USD 7 atau sekitar 100.000 rupiah. Stoples selai ini berat bersihnya 450ml, dengan 225 ml bir di dalamnya. Jika ingin memesan, Anda bisa membuka potlickerkitchen.com.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN