Memasak bukan hanya sekadar hobi dan kebutuhan primer, memasak juga merupakan penerapan kemampuan dan keterampilan diri dalam mengolah makanan. Meski terlihat rumit dan merepotkan, memasak makanan sendiri juga selain dapat mengontrol menu makanan juga dapat menghemat pengeluaran biaya sehari-hari.
βSeperti dikutip dari βitv.com (04/10) remaja dengan rentanβgβ usia 16 hingga 24 tahun lebih banyak menghabiskan uang untuk membeli makananβ. Hal iniβ karenaβ merekaβ kurang terampil dalam memasak makanan.
Kurangnya keterampilan memasak diβ βkalangan remaja bisa dikarenakan beberapa faktorβ. Sepertiβ faktor internal, yaitu kurangnya peran keluarga khususnya Ibuβ βdalam mengajak anak ikut serta memasak diβ βdapur. Faktor eksternal yaitu karena menganggap makan diβ βluar selain makanan rumah jauh lebih enak dan mudah. Makanan yang biasanya dibeli juga cenderung masuk dalam kategori makanan cepat saji.
Hasil surveβiβ pemungutan suara yang melibatkan lebih dari 5000 orang dilakukan oleh BBC Good Food Magazineβ. Dβalam seminggu remaja menghabiskan uang sebesar Β£63.65 atau sekitar Rp. 1.044.β400β, sementara usia dewasa hanya Β£57.30 atau sekitar Rp. 940.β000β.
Selain itu, hasil surveβiβ juga menunjukkan bahwa remaja dengan usia 16 hingga 24 tahun hanya mengetahui 4 resep masakan. Sementara orang dewasa mengetahui sedikitnya 6 resep masakan. Hanya sekitar 20% remaja yang rajin memasak makanannya sendiri, selebihnya memilih untuk membeli makanan.
βKecuali βmasalah resep makanan dan jumlah uang yang dikeluarkan untuk makan, majalah Good Food βterbitanβ BBC juga βpunya temuan lain. ββDβari 5000 responden yang ikut serta dalam surveβiβ hampir 14% usia dewasa dalam sehari tidakβ mengonsumsiβ buah dan sayur sama sekali. Dan lebih dari 40% juga mengaku melewatkan setidaknya satu kali makan sehari dan biasanya melewatkan sarapan.
Henry Dimbley, co-foundeβr βthe natural fast food chain Leon mengatakan bahwa hasil surveβiβ tersebut sangat menyedihkan. Karena generasi yang seharusnya dapat meneruskan keterampilan baik dari orang terdahulunya, khususnya memasak, justru malah kehilangan keterampilan. Belajar memasak sangat penting, karena makanan yang masuk keβ βdalam tubuh menjadi kunci kesehatan seseorang.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN