Tradisi Budha di negeri sakura memunculkan hidangan berbasis sayuran seperti ozen yang terdiri dari nasi, sup miso, acar, sayuran, dankacang rebus. Selain ozen, makanan tradisional Jepang sebenarnya juga banyak menggunakan sayuran atau kacang-kacangan sehingga dapat dikonsumsi para vegetarian.
1. Mochi
Mochi umumnya berbentuk kue beras yang padat. Namun di Jepang, mochi juga disajikan bersama okonomiyaki dan monjayaki. Mochi akan dipotong menjadi persegi panjang kecil. Bisa disajikan dengan cara dipanggang (kirimochi) atau digoreng (agedashimochi). Hidangan ini disajikan hangat sehingga cocok dinikmati saat musim dingin.
2. Terung dan sayuran lain
Terung (nasu) sering dipesan sebagai lauk di restoran Jepang. Ada terung panggang bernama yakinasu yang disajikan bersama saus miso. Disamping terung, para vegetarian dapat mencicip makanan kenyal dari ubi jalar bernama konyaku, kentang yamaimo, dan labu. Tempura juga jadi alternatif menu bagi vegetarian. Ada tempura daun shiso hingga daun mapel. Namun saat memesan, para vegetarian harus memastikan bahwa menu tidak menyertakan tempura udang atau ikan.
3. Kushimono
Kushimono atau makanan yang ditusuk sangat populer di Jepang. Terdapat varian kushimono sayuran seperti akar teratai, jamur, paprika hijau, okra, dan lainnya. Ada juga kushiage, makanan tusuk yang digoreng dengan pilihan yang sama.
4. Tsukemono
Tsukemono berarti acar sayuran dalam bahasa Indonesia. Hidangan ini termasuk hidangan sampingan ketika memesan makanan utama. Sayuran seperti lobak, plum, atau mentimun direndam dalam air garam atau campuran air gula dan cuka. Tujuan disajikannya tsukemono adalah untuk membersihkan lidah setelah mencicip rasa umami dalam hidangan Jepang.
5. Daikon
Lobak daikon dapat diolah menjadi beragam hidangan seperti acar (tsukemono), direbus (oden), diparut dengan sashimi, dimakan langsung sebagai salad, atau dijadikan campuran saus celupan. Daikon adalah sayuran yang paling banyak dikonsumsi di negeri sakura.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN