Bourdain Market Segera Kumpulkan Penjaja Makanan Kaki Lima Terlezat di Dunia

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Selasa, 29 Sep 2015 14:04 WIB
Ilustrasi: Getty Images/New York Times
Jakarta - Anthony Bourdain berencana membuka food market terbesar di New York. Ia akan mengundang para penjaja makanan kaki lima terlezat di dunia ke tempatnya.

Selama lebih dari setahun, warga New York telah menanti rencana pembukaan food market milik Anthony Bourdain. Mantan chef berusia 59 tahun tersebut ingin membawa beragam makanan kaki lima terlezat di dunia ke New York.



Kepada New York Times (29/09), Bourdain dan rekannya mengonfirmasi telah menyewa area utama dan mezzanine Pier 57 di 15th Street sebagai tempat berdirinya food market. Tempat tersebut merupakan salah satu dermaga pelayaran terbesar di Hudson.

Proyek Bourdain Market ini telah dicetuskan sekitar 2 tahun lalu. Di food market ini, Bourdain berencana mengumpulkan 100 penjaja makanan kaki lima terlezat di dunia ke New York. Penjaja yang telah setuju bergabung antara lain Spotted Pig dan the Breslin.

Bourdain mengatakan konsep utama food market miliknya akan mengadopsi gaya pasar jajanan di Singapura. Di sini pengunjung dapat saling berbagi area makan sambil dikelilingi stand makanan dari seluruh dunia.

Rencananya, Bourdain Market akan menghadirkan makanan dari Singapura seperti Geylang Claypot Rice. Ada juga tostada buatan Sabina Bandera yang berasal dari Meksiko. Tak ketinggalan mie khas jajanan kali lima di China.

Selama 5 tahun terakhir, New York telah dibanjiri kehadiran megamarkets dan food halls. Namun Bourdain Market menjanjikan sesuatu yang unik. Disamping luasnya yang mencapai 14.400 meter persegi, pasar jajanan ini juga menghadirkan penjaja makanan langsung dari negara asalnya.

“Kami akan menerbangkan para penjaja tersebut sekaligus menyediakan tempat bagi mereka di sini. Sebuah tantangan amat besar yang melibatkan banyak pengurusan visa,” ujar Stephen Werther, pengusaha ritel yang menjadi mitra Bourdain dalam proyek ini.



Dalam hal visi, Bourdain Market ingin kehadirannya menjadi mesin ekonomi bagi komunitas yang terlibat agar mereka berkembang lebih besar. Sistem di Bourdain Market juga tidak mengijinkan franchise atau penambahan cabang.

“Visi tersebut sangat cocok dengan visi kami. Ini (Bourdain Market) harus demokratis dan melayani komunitas,” ujar Madelyn Wils selaku pihak pengawas penggunaan dermaga.

Bourdain dan Werther menyewa jasa Roman & William sebagai desainer interior. Klien mereka sebelumnya antara lain Lafayette, Upland and the Standard, dan Hotel Ace.

Sementara itu, manajer Bourdain Market adalah Eldon Scott. Ia berpengalaman membuat dan menjalankan pasar outdoor seperti Chelsea Eats dan UrbanSpace Vanderbilt. “Scott adalah orang yang paling cocok menduduku posisi ini. Saat ini ia juga telah mengontak KF Seetoh, pakar kuliner dari Singapura,” ujar Werther.

Bourdain berencana menambahkan area 'a wet market' dimana para penjual daging dapat memotong hewan utuh hingga mengulitinya di tempat.

Pengunjung Bourdain Market ditargetkan mencapai 20 ribu pengunjung per hari. Tempat ini juga akan buka sepanjang hari. “Bourdain Market akan menjadi tempat yang transparan dan autentik. Di sini juga akan tercipta suasana kacau dalam artian baik karena menjadi tempat berkumpulnya banyak penjaja makanan,” tutup Bourdain.

Laporan terakhir menyebutkan Bourdain Market baru akan resmi beroperasi tahun depan. Namun kapan tepatnya belum bisa dikonfirmasi. Saat ditemui detikFood di Singapura (09/04), Werther bahkan memastikan akan ada penjaja kaki lima dari Indonesia yang diterbangkan ke New York.

(lus/odi)