Rene Redzepi dari restoran terbaik dunia, Noma, bekerja sama dengan Yale University dalam sebuah proyek baru. Tujuannya untuk membuat chef leadership program.
MAD, organisasi nirlaba asal Denmark milik Rene, selama ini berusaha mengembangkan budaya kuliner. Pada Kamis (24/09), diumumkan bahwa MAD akan bekerja sama dengan Yale University untuk membangun institut kepemimpinan baru bagi chef.
MAD Institute di Yale akan meluncurkan program percobaannya pada tahun 2016. Yale News menyebut ada enam sampai delapan chef papan atas dan pemimpin dunia kuliner akan menguji sekaligus membuat kurikulum program pertemuan intensif selama seminggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau perencanaan dan pengumpulan dana masih dalam tahap awal, nantinya program akan berisi perkuliahan, workshop, dan seminar. Begitu juga kunjungan ke peternakan terdekat, dapur dan inovasi sistem makanan.
"Tujuan kami untuk membantu chef mengambil tindakan. Bermitra dengan Yale jadi kesempatan menyadari potensi yang kami percaya diperlukan chef dalam mempengaruhi bagaimana kita makan sekarang dan di masa depan," ujar Rene, seperti dilansir dari Yale News (24/09).
Ia juga menambahkan bahwa dasar pengetahuan yang sering diabaikan, dapat mengembalikan peran kepemimpinan chef dalam memulai percakapan baru. Seperti topik mengenai budaya dapur, keberlanjutan, inklusivitas dan rasa hormat. Sehingga chef bisa menawarkan perspektif baru dan solusi untuk masalah-masalah global yang serius terkait makanan.
Diharapkan peserta bisa memiliki pemahaman sosial-ekonomi, lingkungan dan kesehatan yang dihadapi sistem pangan seluruh dunia setelah selesai merampungkan program.
MAD sendiri sudah melakukan simposium tahunan yang berlangsung dua hari di Kopenhagen. Di sana chef, produser, akademisi dan aktivis berbagi pengetahuan serta ide dalam meningkatkan sektornya. Nampaknya program di Yale akan mengembangkan konsep tersebut juga.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN