Aroma gurih dengan tekstur renyah bisa membuat makanan semakin lezat. Hal ini dikarenakan adanya reaksi Maillard. Apa itu reaksi Maillard?
Kebanyakan resep meminta Anda untuk memasaknya hingga berwarna kecokelatan. Apakah itu daging ataupun sayuran. Warna yang kecokelatan memberikan penampilan yang baik dan tingkatkan aroma.
Tapi sebenarnya apa yang membuat rasanya lebih baik? Ini semua berkat reaksi yang disebut dengan Reaksi Maillard.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reaksi Maillard ini pertama kali dikenalkan oleh kimiawan Prancis pada tahun 1912. Penjelasan ilmiah ini bagus untuk Anda ketahui karena merupakan salah satu dari reaksi yang memproduksi rasa yang penting dalam hal memasak.
Reaksi Maillard biasa dikenal juga dengan reaksi pencokelatan karena memberikan warna cokelat yang bagus dan tekstur yang renyah. Tak hanya itu, rasa makanan juga akan semakin lezat dengan reaksi ini.
Seperti yang dilansir dalam Huffington Post (23/09), ketika makanan dimasak dengan suhu tinggi, yang terjadi adalah gula dan asam amino dalam makanan bereaksi dengan panas dan menghasilkan molekul yang lebih kompleks sampai ratusan molekul. Dan molekul ini yang bertanggung jawab untuk menghasilkan aroma yang kuat dan rasa yang gurih lezat.
Tapi, saat Anda memasaknya di atas 180 derajat celcius, reaksi berbeda akan terjadi. Reaksi ini dinamakan dengan Pirolisis atau dikenal dengan reaksi pembakaran. Pirolisis membawa rasa pahit dan senyawa hitam yang bersifat karsinogenik. Ini akan menghasilkan rasa dan aroma yang buruk.
Senyawa karsinogenik berbahaya untuk tubuh. Karena banyak mengandung radikal bebas yang bisa sebabkan rusaknya jaringan sel hingga pertumbuhan kanker.
Agar hasil memasak mendapatkan reaksi pencoklatan yang baik, Anda harus menciptakan situasi panas dan kering. Jika memasak daging, tepuklah dengan menggunakan handuk kertas agar tidak menyimpan banyak air. Dan perhatikan juga suhu wajannya.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN