Berumur 4 Tahun Anak Ini Sudah Melakukan Review Resto Terbaik di Dunia

Berumur 4 Tahun Anak Ini Sudah Melakukan Review Resto Terbaik di Dunia

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood
Jumat, 18 Sep 2015 16:23 WIB
Foto: Bold Italic
Jakarta - Mengulas menu restoran biasa dilakukan penulis kuliner dan kritikus makanan. ​Namun, apa jadinya jika seorang anak berumur 4 tahun yang melakukan​nya​?

Lyla Hogan, adalah seorang anak berumur 4 tahun yang beruntung bisa menikmati sajian lezat dan premium di The French Laundry. Dilansir dari Bold Italic (18/10/2015), restoran ini di​ketahui sebagai restoran pemegang 3 bintang Michelin, yang menyediakan hidangan berkualitas tinggi.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Restoran ini menyuguhkan sajian yang tak main-main pada Lyla. Mereka menyiapkan menu seharga 295 USD atau sekitar Rp 4.270.000. Selama di restoran ini, Lyla menghabiskan waktu selama 5 jam untuk mencicipi hidangan. Hidangan yang disuguhkan kepada anak perempuan ini antara lain adalah Avocado Cornet, Summer Melon Soup, Oysters and Pearls, Citrus-Cured Pacific Yellowtail, Hen Egg Custard, Tour de Canapés Viande, Jardinière de Légumes, Sweet Butter-Poached Maine Lobster, Russet Potato Gnocchi, Herb-Roasted Elysian Fields Farm Lamb, Cabot Clothbound Cheddar, dan berbagai makanan kecil serta minuman.

Disuguhkan berbagai menu fine dining seperti itu, wajah Lyla tampak ekspresif dan mengomentari makanan dengan kata-kata yang tak terduga. Saat mencoba The Summer Melon Soup, misalnya, sup yang terbuat dari Fresno Chili, Toasted Cashews, dan Wild Arugula ia bilang rasanya mirip dengan es loli.

Lucunya lagi, ketika diminta pendapat bagaimana suasana restoran yang bahkan telah diulas oleh Anthony Bourdain ini, Lyla dengan polosnya hanya menjawab, “Mereka punya kamar mandi paling elegan yang pernah kulihat!” katanya dengan mata berbinar dan wajah polos khas anak-anak.



Ketika melihat menu lainnya, seperti Avocado Cornet, Lyla bahkan kaget dengan presentasi makanan yang memakai bunga. “Apakah ini bunga? Bunga ini untuk dimakan? Eww, aku lebih memilih untuk menyimpannya dan menaruhnya di dalam vas berisi air,” katanya lagi.

Walau begitu, ada juga saat dimana Lyla menjadi serius.​ Ia mengaku bahwa ia lebih suka bagian yang berwarna hijau dibandingkan bagian yang berwarna putih. Sajian yang diletakkan di dalam cone es krim ini juga mengagetkannya. Ia kira hidangan ini adalah es krim, tapi ternyata bukan.
Restoran yang disebut-sebut sebagai restoran terbaik oleh Anthony Bourdain ini seakan-akan dipatahkan oleh pernyataan Lyla yang menolak disuguhi beberapa makanan. “It looks really not good,” katanya. Ternyata Lyla tidak ingin mencoba makanan yang menurutnya tidak menarik.



Ketika Lyla sampai ke sajian​ salad, ia ​berkomentar spontan​, “This pepper tastes like babies,” atau “Paprika ini punya rasa seperti bayi,” dan memancing gelak tawa dan pertanyaan dari pihak restoran. “Kamu makan bayi?”​, tanya orang di restoran.​ “Tidak, aku hanya memakan telapak kaki dan kakinya saja, bukan mata dan mulutnya,”
​jawabnya​.

Walau tidak mendeskripsikan secara rinci, Lyla tetap semangat dalam memberikan komentar yang polos dan menarik. Ibu dan pihak restoran juga mengira ia tak terlalu suka akan makanan yang disuguhkan. Namun, saat keesokan harinya sang ibu membuat pizza untuknya, Lyla ​menyatakan bahwa​ ia ingin kembali menikmati makanan dari The French Laundry lagi. Ia ternyata sangat menyukai ginger ale, bon-bon, hingga hidangan yang terasa asing di mulutnya.​

(tan/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads