Produk makanan yang paling sering menarik perhatian adalah makanan dengan label βsugar freeβ βspecial for dietβ dan βzero fatβ atau kemasan produk yang cantik. Padahal makanan tersebut belum tentu rasanya enak.
Menurut munchies.vice.com 914/9), sebuah studi yang ditulis dalam jurnal Social Psychology di University of Manitoba berjudul βMacho nachos: The Implicit effects of gendered food packaging on preferences for healthy and unhealthy foodsβ membahas tentang bagaimana produsen makanan mencoba bermain dengan nama unik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi dilakukan dengan cara meneliti 93 orang usia dewasa dengan memberikan pertanyaan perbandingan antara makanan sehat dengan makanan yang tidak sehat. Seperti ayam panggang vs ayam goreng, dan kentang rebus vs kentang goreng.
Sebagian besar peserta survei lebih menganggap bahwa makanan kurang sehat lebih keren dibanding makanan sehat.
Studi kedua oleh Luke Zhu bersama tim meneliti dengan menggunakan alat peraga Muffin yang dibungkus dengan gambar ballerina dengan tulisan βhelathyβ pada bungkusnya atau gambar laki-laki yang sedang bermain sepak bola dengan tulisan βmegaβ.
Ternyata tidak satu orang pun yang menyukai muffin sederhana tersebut. Studi menunjukkan muffin yang memiliki kemasan menarik, warna yang cantik dan promosi yang meyakinkan lebih banyak dipilih konsumen dibanding muffin yang biasa saja walaupun keduanya memiliki rasa yang sama.
Kedua studi menunjukkan bahwa makanan kurang sehat lebih banyak dipilih karena kemasannya menarik dan namanya juga unik. Apalagi promosi yang dilakukan diberbagai media menjadikan makanan tersebut sangat meyakinkan.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN