Bubur Sudah Dikonsumsi Manusia Sejak 32.000 Tahun Silam

Bubur Sudah Dikonsumsi Manusia Sejak 32.000 Tahun Silam

Odilia Winneke - detikFood
Kamis, 10 Sep 2015 06:29 WIB
Foto: telegraph.co.uk
Jakarta - Bubur yang dinikmati manusia modern saat ini rupanya disukai oleh para manusia purba pada 32.000 tahun lalu. Bahkan mereka meracik bubur dari beragam bijian yang sampai sekarang masih kita konsumsi.

Peneliti dari University of Florence mendapatkan temuan baru. Biji-bijian yang ditemukan pada gua di tahun 1980 diabaikan. Sampai para ilmuwan memnutuskan mencari tahu tentang diet paleo yang populer.

Beberapa sampel lama disingkirkan dan lebih fokus mencari tahu soal diet paleo. Secara mengejutkan mereka menemukan bijian yang dihaluskan seperti oat umumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bijian tersebut dihaluskan dan dijadikan bubur. Hal ini menarik karena dalam pola diet paleo umumnya tidak mengonsumsi karbohidrat, atau minimal karbohidrat yang rendah.

Hal ini karena pertanian diyakini mulai ada 10.000 tahun lalu dan bijian ini berumur 37.000 tahun. Endapan yang diangkat ilmuwan dari batuan merupakan campuran bijian yang diolah menjadi bubur.

Manusia gua lebih cerdas dari yang kita perkirakan. Mereka bercocok tanam dan membuat makanan dengan resep sendiri jauh lebih awal dari yang kita pikirkan. Mereka hanya makan buah dari pohon dan sayuran dari umbi-umbian yang dicabut dari tanah.

Peneliti menemukan mereka sudah menghaluskan oat buan hanya untuk dibuat bubur tetapi untuk dibuat tepung.

Seperti dilansir telegraph.o.uk (9/9), kepala peneliti Marta Matiotti Lippi mengatakan bahwa tepung bisa dipakai oleh orang yang dikenal sebagai budaya Gravettian untuk membuat bubur sebagai makanan. Tetapi juga bisa dibuat flatbread. Hal ini menunjukkan kecerdasan manusia masa lalu. Sekaligus membuktikan manusia sejak dulu doyan bubur.

(odi/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads