Steven Low: Perlu Ketelitian dan Ketrampilan Tangan untuk Bikin Dim Sum Cantik

​Dim Sum Lezat​

Steven Low: Perlu Ketelitian dan Ketrampilan Tangan untuk Bikin Dim Sum Cantik

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Senin, 07 Sep 2015 16:08 WIB
Foto: detikFood
Jakarta - Profesi dim sum chef mungkin belum sepopuler sushi chef. Namun kehadiran banyak restoran China membuat profesi ini kian dicari. Sebenarnya apa saja tugas seorang dim sum chef? Keahlian apa saja yang diperlukan?
Β 
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, detikFood (04/09/15)
​mencari tahu lewat obrolan dengan​ Dim Sum Chef Steven Low dari Teratai Restaurant, Hotel Borobudur Jakarta. Chef Steven, begitu ia akrab disapa, sudah 5 tahun terakhir berprofesi sebagai dim sum chef di sini.
Β 
Sebelumnya, ia menjadi dim sum chef di berbagai restoran serta hotel di Malaysia yang merupakan negara asalnya. Chef Steven mengaku sudah lebih dari 20 tahun menjadi dim sum chef. Semua ilmu mengenai dim sum ia pelajari secara otodidak.
Β 
β€œSaya belajar dari pengalaman ketika bekerja di banyak restoran dan hotel. Di sana saya bertemu beberapa dim sum chef senior yang berasal dari Hong Kong. Dari merekalah saya belajar. Belajarnya tidak pernah pakai teori melainkan praktek langsung di kitchen,” ujar pria berusia 52 tahun tersebut.
Β 
Chef Steven mengatakan butuh proses panjang hingga dirinya menyandang predikat dim sum chef. Awalnya ia hanya belajar memotong-motong daging ayam yang menjadi isian dim sum, sebelum akhirnya mempelajari teknik lain yang lebih sulit.
Β 
Lalu apa sebenarnya tugas dim sum chef? β€œKita harus mampu membuat beragam jenis dim sum dengan tangan,” jelas Chef Steven. Ia menekankan pentingnya memiliki tangan terampil dan ketelitian untuk menjadi seorang dim sum chef.
Β 
Seluruh jenis dim sum, termasuk ha kau, bak pao, dan siau mai, dibuat dengan tangan tanpa bantuan mesin cetak apapun. Dalam sehari restoran tempatnya bekerja membuat sekitar 100 dim sum per jenisnya, Chef Steven pun membuat seluruhnya dengan tangan.
Β 
β€œMungkin inilah kesulitan utama menjadi seorang dim sum chef. Kita dituntut untuk menghasilkan dim sum dengan ukuran seragam walau tanpa bantuan pencetak. Jika ukurannya tak seragam tentu tidak enak dilihat ketika dim sum disajikan dalam klakat,” jelas Chef Steven yang sudah 8 tahun menetap di Indonesia.
Β 
Dari ratusan jenis dim sum yang ada, Chef Steven mengaku paling sulit membuat ha kau dan bakpao. Untuk membuat ha kau, letak kesulitannya terletak pada teknik membungkusnya. Sementara untuk membuat bak pao diperlukan ketelitian saat membuat maupun membentuk adonan.
Β 
Saat ditanya apakah dirinya tidak bosan sudah lebih dari 20 tahun menjadi dim sum chef, Chef Steven mengatakan hal ini sangat wajar ditemui dalam dapur China.
Β 
β€œDi restoran China semua punya keahlian spesifik masing-masing. Ada chef yang khusus membuat lauk atau tumis, ada chef yang membuat pastry, dan ada juga chef seperti saya yang khusus membuat dim sum,” terang Chef Steven.
Β 
β€œJadi jika saya sudah menjadi dim sum chef dari awal, maka seterusnya saya akan menjadi dim sum chef. Begitu juga dengan chef lain yang punya keahlian masing-masing tadi,​”​ tambahnya.​

Berprofesi sebagai dim sum chef di restoran seperti Chef Steven tidaklah mudah. Ia sudah harus berada di dapur sejak pukul 7 pagi hingga 3 sore. Sesi ini berlanjut pada pukul 6 sore hingga 9 malam.
Β 
Terlepas dari beratnya pekerjaan sebagai dim sum chef, Chef Steven mengatakan sangat mencintai pekerjaannya. Apalagi ia menemukan passion-nya di sini. Ia juga merasa senang jika tamu menikmati kreasi dim sum buatannya.
Β 
Bagi Chef Steven, prospek menjadi dim sum chef di Indonesia cukup menjanjikan. Semakin banyak restoran China, khususnya yang menyajikan dim sum, di Indonesia maka semakin banyak pula dim sum chef dicari.
Β 
Dari segi penghasilan, Chef Steven merasa puas karena mendapat gaji dalam bentuk US dollar yang setimpal. Ketika ditanya nominalnya, Chef Steven hanya tersenyum tanpa mau menyebutkan angka pasti.

(lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads