Meskipun pernah menjadi Head Chef di hotel Burj Al Arab, chef Edward Kwon justru memilih kembali ke negara asal dan berkomitmen melakukan globalisasi makanan Korea. Melalui kunjungan dan membuka restoran di luar negaranya, ia ingin orang tahu bahwa makanan Korea lebih dari sekedar BBQ.
Pada 27-29 Agustus lalu, chef Edward Kwon hadir di Hotel Shangri-La Jakarta. Chef yang terkenal lewat acara TV "Yes Chef" ini menyajikan hidangan Korea Selatan dengan sentuhan global pada VIP dinner di Rosso Restaurant, 'Flavours of Korea Gala Dinner', dan lunch sekaligus dinner selama satu hari di Satoo.
Ternyata pria bernama lengkap Edward Young-min Kwon, punya cita-cita luhur untuk memperkenalkan kuliner tanah airnya ke dunia internasional. Bukan tanpa sebab, ini sebagai pembuktian cinta terhadap negaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itulah mengapa tiap berkunjung ke negara lain, chef Edward senang memperkenalkan makanan khas negaranya. Ia merasa bahagia melihat orang menyukai hidangan Korea.
Keinginan melakukan globalisasi makanan Korea semakin mantap di tahun 2009. Setelah kerja belasan tahun di hotel Amerika Serikat, China hingga mencapai posisi Head Chef di hotel Burj Al Arab Dubai, ia kembali ke Korea. Salah satu pemicunya karena banyak orang asing yang ditemuinya belum mengenal kuliner Korea.
"Saat saya berbicara dengan tamu yang terkejut karena saya seorang Korea, saya tanyakan kembali ke mereka apa yang diketahui tentang Korea. Kira-kira 50% orang bilang tahu Korea, sekitar 20% hanya tahu kimchi tapi tak pernah mencobanya, sedangkan 30% pernah mencoba makanan Korea tapi cuma tahu BBQ Korea," jelasnya.
Padahal menurutnya ada banyak hidangan Korea lain diluar BBQ. "Saya merasa sedih orang hanya berbicara tentang budaya BBQ, padahal banyak negara juga punya BBQ," tambah chef berusia 43 tahun ini.
Belum lagi beberapa tamu di hotel tempatnya dulu bekerja, terkejut karena chef dengan posisi cukup atas berasal dari Asia, lebih tepatnya Korea. Sejak itulah ia semakin berpikir harus melakukan sesuatu.
Chef Edward beranggapan dengan melakukan langkah kecil, suatu saat tujuan besar bisa tercapai. Ia kemudian memilih meninggalkan hotel Burj Al Arab dan berkomitmen melakukan globalisasi makanan negeri Ginseng.
Disamping membuat kuliner Korea semakin dikenal dunia internasional, chef Edward juga punya keinginan lain. Dengan melakukan globalisasi makanan Korea, ia mau mengubah cara pandang orang asing terhadap chef Asia. Khusus di dalam negerinya, chef pemilik restoran ‘Lab XXIV’ di Seoul ini mau mengubah budaya agar masyarakatnya lebih menghargai makanan.
Beberapa hal sudah dilakukannya untuk mencapai misinya. Termasuk berbicara pada media dan berkunjung ke berbagai negara untuk memperkenalkan makanan Korea dengan caranya sendiri.
Chef Edward memakai teknik barat dalam menyajikan hidangan Korea. Namun ia memakai bahan dan bumbu Korea. Meski ia memberi sentuhan internasional pada makanan Korea dan menyajikannya secara modern, akan tetapi dari segi rasa tetaplah khas Korea. Baginya jika akar dan rasa makanan berbeda, maka tak akan berarti globalisasi makanan Korea.
Cara globalisasi lainnya adalah membuka restoran di luar Korea. Kini ia sudah membuka restoran Korea ‘Elements by Edward Kwon’ di Moskow. Tahun depan rencananya akan buka di kota Rusia lainnya, St. Petersburg. Di tahun 2016, hadir juga restorannya yang mengusung makanan Prancis di Kuala Lumpur.
Tak berhenti di situ, ia pun sedang berdiskusi dengan pihak Singapura dan Hong Kong untuk membuka restoran Korea di sana. Harapannya kelak bisa membuat restoran juga di Jakarta.
Saat ditanya apa yang ingin disampaikan ke dunia tentang makanan Korea, jawabannya tak muluk-muluk.
“Saya tidak mau judge makanan negara saya lebih baik dari negara lainnya. Makanan adalah makanan. Tapi yang ingin saya sampaikan adalah kami memiliki budaya makanan sendiri. Bukan cuma (makanan Korea) sehat, ada fermentasi dan lainnya. Saya hanya mau memperkenalkan makanan Korea sebagai makanan Korea. Jangan ada judge,” tegas chef yang saat kecil ingin menjadi pastur.
Menurutnya, ada banyak makanan Korea enak selain BBQ. Ia menyarankan orang untuk tidak takut mencoba. Tidak harus semua makanan disukai, justru bisa belajar dari makanan yang pernah dirasa.
“Coba saja semua, coba sesuatu yang baru. Kemudian Anda bisa menemukan sesuatu dibalik makanan dan memahami budayanya. Saya tidak punya rekomendasi makanan tertentu. Yang penting jangan takut, jangan malu dan coba saja. Mungkin kadang ada rasa tidak sesuai, tapi justru Anda bisa belajar dari pengalaman,” tutup pria yang lebih suka disebut chef saja, dibanding sebutan celebrity chef ini.
(tan/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN