Jepang Hadapi Tantangan Sertifikasi Bahan Makanan untuk Olimpiade 2020

Jepang Hadapi Tantangan Sertifikasi Bahan Makanan untuk Olimpiade 2020

Maya Safira - detikFood
Minggu, 23 Agu 2015 09:37 WIB
Foto: The Japan News
Jakarta - Jepang menghadapi rintangan baru untuk Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020. Berupa kemungkinan memperoleh sertifikat internasional untuk bahan makanan yang akan digunakan dalam Olimpiade.
 
Sejak Olimpiade London 2012, rencana telah dibuat bagi negara tuan rumah untuk memakai produk yang telah menerima sertifikasi. Dengan adanya sertifikasi, produk itu dinyatakan cukup mempertimbangkan kontrol sanitasi dan proteksi lingkungan.
 
Namun menurut laporan The Japan News (15/08), sistem pengorganisasian sertifikasi di Jepang cukup lamban.. Keadaan ini mengkhawatirkan pejabat yang mengurusi Olimpiade.
 
Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo mempertimbangkan ruang makan di wisma atlet sebagai tempat sajian washoku bisa dipromosikan ke seluruh dunia. Dengan demikian, mereka ingin menggunakan bahan makanan produksi dalam negeri sebanyak mungkin.
 
Meski masyarakat Jepang sangat yakin bahwa bahan makanan domestiknya aman, akan tetapi orang asing mungkin tidak memahaminya. Oleh karena itu, ada kemungkinan komite penyelenggara akan memilih bahan makanan yang sudah mendapatkan sertifikasi keselamatan pada tingkat tertentu.
 
Sertifikat internasional Good Agricultural Practice (GAP) dianggap sebagai kandidat utama bagi sertifikasi internasional Olimpiade 2020. GAP merupakan sertifikasi internasional pada produk pertanian yang digunakan selama Olimpiade London. Sertifikasi ini memiliki 250 poin pemeriksaan terkait kontrol sanitasi, peningkatan kondisi kerja, pemenuhan syarat dan lainnya.
 
Sebuah yayasan untuk mempromosikan GAP sudah didirikan di Jepang sejak bulan Juni. Namun hanya ada sekitar 200 peternakan yang sudah memperoleh sertifikat global GAP. Beberapa orang di sektor pertanian pun menyuarakan kekhwatiran.
 
“Jika situasi tak berubah, tidak akan diperoleh jumlah bahan makanan produksi domestik yang cukup dengan sertifikasi sesuai. Jika itu terjadi, Jepang akan bergantung pada produk asing untuk mendapatkan jumlah bahan makanan yang cukup,” ujar perwakilan dari sebuah perusahaan produksi pertanian di wilayah Kyushu.
 
Karena itu, Kementrian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang sedang mempertimbangkan pengiriman proposal ke komite penyelenggara. Mereka meminta agar pengadaan bahan makanan dengan sertifikasi keamanan milik Jepang bisa disetujui. Sudah ada sekitar 2.500 peternakan memiliki sertifikasi Jepang tersebut.

(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads