Chef yang pernah ikut BBC Masterchef ini giat mempromosikan makanan Indonesia tak lain karena kecintaan akan makanan. Ia belajar memasak dari sang nenek sejak kecil.
“Dulu saya sering sekali membantu nenek saya masak. Oma saya piawai memasak makanan Manado. Beliau juga punya kebun dan ayam sendiri.” ucapnya pada detikfood di Cinnamon Restaurant, Hotel Mandarin Oriental Jakarta (15/08).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, keluarganya harus pindah ke Jakarta ketika ia berumur 12 tahun. Chef yang akan mewakili Indonesia di Frankfurt Book Fair ini pun tidak melanjutkan kebiasaan memasaknya. Karena di rumahnya di Jakarta ada yang membantu memasak. Tapi, hal ini berubah ketika ia menikah.
Setelah menikah, ia harus tinggal di Inggris. “Setelah menikah, saya dituntut untuk bisa masak. Saya pun akhirnya belajar sendiri dan mencari bahan makanan sendiri,” ucap chef yang awalnya mengenyam pendidikan di bidang periklanan ini.
Masakan yang ia buat pun tak jauh-jauh dari masakan Manado. Selain karena darah Manado yang mengalir di dalam dirinya, ia juga sangat mencintai tempat kelahirannya.
“Saya suka semua makanan Indonesia. Tapi, saya paling suka makanan Manado karena makanan tersebut sudah menjadi comfort food buat saya. Woku belanga, Cakalang Fufu, hingga Gohu Ikan saya sajikan juga kepada teman-teman dan tetangga di Inggris. Dan mereka semua suka!” tutur penulis buku ‘Papaya Flower ‘ini.
“Saya termasuk ibu yang ingin memasak sendiri semua makanan untuk keluarga. Dari masih bayi, anak-anak saya berikan makanan bayi buatan sendiri. Saya berkeliling pasar dan tempat-tempat membuat bahan-bahan yang alami demi mendapat bahan yang bagus,” katanya lagi.
Chef yang selalu berdandan rapi ini ingin punya kebun bumbu dan rempah sendiri. “Ituah angan-angan saya, sudah jadi tren di dunia sekarang. Sudah banyak chef di dunia menanam bahan makanan untuk di rumah atau restorannya sendiri di kebun. Everything back to basic,” katanya mantap.
Ia pun merasa prihatin dengan banyak isu buruk mengenai makanan sekarang ini. Ada makanan yang disuntik, diberi zat kimia berbahaya, dan sebagainya. Ia berharap, dengan menanam dan mempunyai bahan makanan sendiri masalah ini bisa terbantu. Akan lebih enak dan sehat jika segalanya diambil dari sumbernya langsung.
(tan/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN