Kuliner Tradisional Lezat​

Penjaja Kuliner Ini Bertahan hingga Tiga Generasi karena Cinta Makanan Indonesia

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood Senin, 17 Agu 2015 09:34 WIB
Halaman 3 dari 6
Foto: Detikfood Foto: Detikfood

Tak hanya Lydia, Nuraini dari Kupat Tahu Gempol pun berprinsip serupa. Walau sudah berjualan dari tahun 1965, kupat tahu berlumur bumbu kacang yang lembut ini masih juga mempertahankan bumbu aslinya. Selain menumbuk sendiri beras untuk lontong hingga halus, Kupat Tahu Gempol juga menggiling sendiri kacang pilihan untuk membuat bumbu kacang yang lumer mulus di kupat tahunya.

“Padahal bisa saja kita pakai selai kacang biar praktis atau mencampur bumbu dengan kentang. Tapi, semuanya sampai sekarang masih resep ua (kakak dari ibu) saya. Tak ada yang kami ubah, paling hanya sekarang pakai wadah styrofoam yang dialasi daun pisang untuk tempat makan kupat tahu,” jelas Nuraini, generasi kedua penerus kupat tahu di dekat pasar Gempol ini.​

(adr/odi)