Indonesia yang kaya rempah menjadi daya tarik bagi bangsa Portugis. Dipimpin Vasco da Gama, Portugis masuk ke Malaka tahun 1509. Mereka menyebarkan agama Kristen sambil berdagang cengkih, lada, pala dan kayumanis.
Pada tahun 1512, Afonso de Albuquerque selaku panglima angkatan laut mengirim Antonio Albreu dan Franscisco Serrao untuk memimpin armadanya mencari jalan ke tempat asal rempah-rempah di Maluku. Adanya pemberontakan di Malaka, Portugis mulai menjajah Maluku dan mengubahnya jadi bagai bandar dagang mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kue bika dan olahan srikaya yang manis juga mendapat pengaruh Portugis. Gorengan renyah seperti pastel, panada dan risoles pun konon mendapat sentuhan Portugis.
Pada tahun 1575, benteng Portugis di Ternate jatuh atas pemberontakan putra Sultan Harun. Akhirnya mereka meninggalkan Maluku tahun 1590 dan beralih ke pesisir utara Jawa.
Kedatangan Portugis ke Jawa ikut mempengaruhi kuliner Betawi. Salah satunya adalah pemakaian rempah-rempah seperti pala, lada, dan cengkeh dalam hidangan Betawi.
Pengaruh lainnya yang masih ada hingga kini adalah teknik memasak dengan bumbu dibakar dan disangrai sebelum dicampur dalam racikan masakan. Dalam kuliner Betawi, ada bumbu-bumbu yang perlu dibakar saat pengolahannya.
Kehadiran Kampung Tugu di Koja, Jakarta Utara menjadi saksi sejarah Portugis. Setelah merebut koloni-koloni Portugis tahun 1641, VOC membawa mereka ke Batavia sebagai budak untuk membangun kota. Pada awal abad ke-17, VOC memerdekakan kaum yang disebut 'Mardijkers' itu dengan syarat memeluk agama Protestan.
Di Kampung Tugu, kaum Mardjikers membangun tradisinya. Menurut buku 'Batavia 1740: menyisir jejak Betawi', keturunan Portugis ini menciptakan makanan khas yang kemudian jadi kuliner populer Betawi. Misalnya gado gado yang berasal dari bahasa Portugis 'gadu'. Artinya hidangan mirip makanan untuk ternak karena dicampur-campur dan diaduk-aduk.
Kini makanan khas Betawi yang masih mendapat sentuhan Mardijikers tinggal pindang bandeng serani. Serani berasal dari kata Nasrani atau pemeluk agama Katolik. Orang Portugis memang diketahui suka makan ikan, begitu pula warga Kampung Tugu.
Warga Kampung Tugu juga punya menu sayur asam, tapi asamnya dari cuka. Isi menunya juga tidak memakai labu, namun kentang dan pasta.
Disamping hidangan, pengaruh Portugis ada pada kosakata Bahasa Indonesia terkait kuliner. Diantaranya kata keju (aquijo), kerapu (carapau), terigu (terigo), kaldu (caldo), bolu (bolo), limau (limão), mentega (manteiga) dan tapioka (tapioca).
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN