Gurih Manis, Sego Liwet dan Sate Klatak Khas Jawa Tengah (1)

Kuliner Tradisional Lezat

Gurih Manis, Sego Liwet dan Sate Klatak Khas Jawa Tengah (1)

Lusiana Mustinda - detikFood
Jumat, 14 Agu 2015 15:36 WIB
Gurih Manis, Sego Liwet dan Sate Klatak Khas Jawa Tengah (1)
Foto: detikTravel
Jakarta - Yogyakarta menjadi salah satu daerah yang romantis dan memiliki banyak sajian kuliner yang wajib Anda cicipi. Beragam menu seperti gudeg, sup kembang waru hingga tempe benguk bisa jadi sajian yang nikmat. Beberapa dari sajian ini juga sudah langka ditemui.

Berjalan-jalan menyusuri sudut kota Yogyakarta, Anda dapat menemukan beragam sajian khas dan klasik dengan citarasa otentik. Umumnya sajian ini disajikan oleh restoran atau rumah makan dan juga para pedagang makanan kaki lima.

1. Gudeg

Foto: Detikfood
Makanan khas Yogyakarta ini terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan ​dan bumbu​. Diperlukan waktu berjam-jam untuk mengempukkan nangka. Gudeg biasanya memiliki tampilan yang berwarna cokelat, hal ini dihasilkan oleh daun jati yang dimasak secara bersamaan. Gudeg nangka biasanya disantap dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental atau areh, ​opor ​ayam kampung, telur ​pindang​, tahu dan sambal goreng krecek. Rasanya gurih dan manis khas Yogyakarta. Sajian ini biasa disantap untuk sarapan ataupun makan siang masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.

2. Sup kembang waru

Foto: Sobat Jogja
Sup klasik khas Yogyakarta ini semakin sulit didapatkan. Sup kembang waru biasanya sering disajikan saat acara-acara tertentu seperti acara pernikahan di Yogyakarta. Walaupun namanya sup waru, akan tetapi bukan berarti sup ini dicampurkan dengan kembang waru sebenarnya. Sup bening ini biasa diisi dengan wortel, buncis, tetelan daging atau ceker ayam dan siomay berbentuk mirip seperti kembang waru. yang berisi adonan daging yang gurih. Sayangnya, kini sajian sup ini sudah sangat sulit untuk di dapatkan.

3. Sate klatak

Foto: Blog Detik
Dinamakan sate klatak karena konon, nama klatak diambil dari suara "klatak-klatak" dari daging yang terbakar. Sate ini merupakan salah satu khas daerah Imogiri. Yang menjadi ciri khas adalah sate ini dipanggang dengan menggunakan ​de​ruji sepeda dan ditambahkan dengan garam sehingga saat dibakar menimbulkan bunyi gemeletak. Bumbunya tidak menggunakan kecap akan tetapi hanya garam dan sedikit ketumbar. Agar rasanya nikmat, sate ini disantap dengan nasi dan disiram dengan kuah gulai dan ditambahkan dengan irisan cabai agar rasanya gurih pedas.

4. Tempe Benguk

Foto: Biodiversitywarriors
Tempe benguk merupakan salah satu kuliner khas Kulon Progo. Olahan ini terbuat dari kacang benguk atau kacang koro yang dibumbui bawang putih dan ketumbar lalu digoreng. Tempenya diolah dengan cara disengek. "Sengek" merupakan salah satu cara mengolah tempe yang paling populer. Sebelum diolah, kacang koro harus direndam selama dua hari untuk menghilangkan bau apek kemudian direbus dan diberi campuran ragi kemudian dibungkus dengan daun hingga tempe benar-benar jadi. Tempe ini memiliki rasa yang gurih karena sudah ditambahkan dengan sedikit santan.

5. Mangut lele

Foto: Detikfood
Mangut lele merupakan salah satu makanan khas dari daerah Yogyakarta. Sebelum dimasak, ikan lele terlebih dahulu ditusuk dengan pelepah daun kelapa kemudian dibakar diatas tungku dengan kayu bakar. Lele disiram dengan kuah santan yang gurih pedas. Tambahan bumbu halus, cabai merah besar, daun salam, daun jeruk, lengkuas dan serai yang dicampur dengan santan, garam dan gula merah yang dimasak hingga kental dan berminyak.
Halaman 2 dari 6
(lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads