Menurut Markus Lipp, PhD selaku direktur senior standar makanan di US Pharmacopeia pemalsuan ini bisa saja terjadi karena ingin mencari keuntungan. Padahal bisa berdampak kesehatan, terutama bagi orang-orang dengan alergi makanan. FDA melaporkan setidaknya ada 12 reaksi alergi yang disebabkan oleh jinten dari India yang terkontaminasi oleh protein kacang. Seperti dilansir dari WebMd (23/7) bahan-bahan makanan ini paling rawan dipalsukan.
1. Minyak zaitun
|
Foto: Thinkstock
|
"Minyak zaitun memiliki manfaat cukup besar jika 100 persen minyak zaitun. Tetapi sebagian besar ditemukan mengandung 70 persen minyak canola atau minyak kedelai," tutur Selina Wang, PhD selaku direktur riset di University of California Davis Olive Center. "Minyak zaitun yang Anda beli di toko bisa saja plasu seperti ini," tambahnya.
2. Madu
|
Foto: Thinkstock
|
Diperkirakan ada 91 juta pon madu memasuki AS secara ilegal dari negara lain tahun lalu. Madu yang diimpor dapat mengandung pestisida dan juga antibiotik. Akan tetapi untuk menghemat uang, beberapa perusahaan akan menambahkan madu dengan tebu, jagung atau gula bit serta sirup beras dan sirup jagung yang tinggi fruktosa.
3. Seafood
|
Foto: Thinkstock
|
4. Keju parmesan
|
Foto: Thinkstock
|
Perusahaan lain membuat keju dengan minyak nabati bukan susu. Menurut Schuman, keju asli harus mengandung susu sebagai bahan pertama diikuti oleh garam dan mungkin enzim untuk rasa. Dalam beberapa kasus, seseorang menemukan 'serbuk gergaji' dengan perasa parmesan. Tentu hal ini bisa jadi sesuatu yang melanggar hukum dan juga bahaya bagi kesehatan.
5. Jus buah
|
Foto: Thinkstock
|
6. Tips menghindari produk palsu
|
Foto: Thinkstock
|
Halaman 2 dari 7

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN