Selain Madu dan Minyak Zaitun, Produk Makanan Ini Paling Sering Dipalsukan

Selain Madu dan Minyak Zaitun, Produk Makanan Ini Paling Sering Dipalsukan

Lusiana Mustinda - detikFood
Selasa, 04 Agu 2015 09:01 WIB
Selain Madu dan Minyak Zaitun, Produk Makanan Ini Paling Sering Dipalsukan
Foto: Thinkstock
Jakarta - ​Kelangkaan bahan makanan kini mulai dirasakan banyak orang di dunia. Karenanya di pasaran banyak produk palsu dijual dengan label asli. ​​L​aporan dari Congressional Research Service memperkirakan bahwa ada sekitar 10 persen dari semua produk makanan yang dijual ternyata ​palsu​.

Menurut Markus Lipp, PhD selaku direktur senior standar makanan di US Pharmacopeia pemalsuan ini bisa saja terjadi karena ​ingin mencari keuntungan​. ​Padahal ​bisa ​ber​dampak kesehatan, terutama bagi orang-orang dengan alergi makanan. FDA melaporkan setidaknya ada 12 reaksi alergi yang disebabkan oleh jinten dari India yang terkontaminasi oleh protein kacang. ​Seperti dilansir dari WebMd (23/7) bahan-bahan makanan ini paling rawan dipalsukan.​

1. Minyak zaitun

Foto: Thinkstock
Minyak zaitun dapat dicampurkan dengan minyak dari hazelnut, kacang kedelai, jagung, kacang tanah dan minyak canola. Dan mungkin produk akhir ini bisa saja tidak mengandung minyak zaitun sama sekali.

"​M​inyak ​zaitun ​memiliki manfaat cukup besar​ jika​ 100 persen minyak zaitun. Tetapi sebagian besar ditemukan mengandung 70 persen minyak canola atau minyak kedelai," tutur Selina Wang, PhD selaku direktur riset di University of California Davis Olive Center. "Minyak zaitun yang Anda beli di toko bisa saja ​plasu​ seperti ini," tambahnya.

2. Madu

Foto: Thinkstock
"Lebih dari tiga perempat madu yang dijual di toko-toko A​merika​ tidak ada yang mengklaim label," tutur Vaughn Bryant, PhD selaku provesor antropologi di Texas A & M University. Ia secara rutin menguji madu d​arti toko-toko​.

​D​iperkirakan ada 91 juta pon madu memasuki AS secara ilegal dari negara lain tahun lalu. Madu yang diimpor dapat mengandung pestisida dan juga antibiotik. Akan tetapi untuk menghemat uang, beberapa perusahaan akan menambahkan madu dengan tebu, jagung atau gula bit serta sirup beras dan sirup jagung yang tinggi fruktosa.

3. ​Seafood​

Foto: Thinkstock
Produsen ​seafood​ dapat mengganti ikan yang lebih murah untuk menjualnya dengan harga yang cukup mahal. Kakap merah, mahi-mahi, ikan todak dan ikan cod biasanya diganti dengan Pacific Rockfish, Yellowtail atau hiu mako. Produsen juga sering menambahkan pewarna untuk membuat ikan tampak segar dan menambah berat badan selama penyimpanan. 

4. Keju parmesan

Foto: Thinkstock
Neal Schuman memulai pengujian produk dengan menggunakan keju parmesan atau keju romano dari perusahaan importir indepanden. Dia memperkirakan bahwa sampai seperempat dari semua produk keju parmesan yang dijual melanggar pemerintah "standar identitas". Salah satu​nya ​dengan menambahkan terlalu banyak selulosa. Selulosa dalam makanan berasal dari serat kayu dan digunakan untuk menjaga produk dari penggumpalan yang bersamaan.

Perusahaan lain membuat keju dengan minyak nabati bukan susu. Menurut Schuman, keju asli harus mengandung susu sebagai bahan pertama diikuti oleh garam dan mungkin enzim untuk rasa. Dalam beberapa kasus, seseorang menemukan 'serbuk gergaji' dengan perasa parmesan. Tentu hal ini bisa jadi sesuatu yang melanggar hukum dan juga bahaya bagi kesehatan.

5. Jus buah

Foto: Thinkstock
Beberapa jus buah kemasan sering dibuat dengan air, pewarna, perisa dan gula. Namun penulisan 100 persen buah masih akan terdaftar pada label. Ada juga penambahan bahan lain yang lebih murah seperti buah pir sering digunakan dalam jus apel. Jus delima sering juga dicampuran apel dan jus anggur, meskipun harganya lima kali lebih mahal daripada jus anggur.

6. Tips menghindari produk palsu

Foto: Thinkstock
Untuk menghindari produk palsu dipasaran, Anda sebaiknya membeli maknaan d​engan​ proses​ minimal​ seperti buah dan rempah segar. Berhati-hatilah dengan harga produk makanan yang murah dan sebaiknya beli bahan makanan ke produsen makanan dengan merek terkemuka sehingga lebih terjamin mutunya.
Halaman 2 dari 7
(lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads