Menikmati Comfort Food Dapat Kurangi Rasa Kesepian Seseorang

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Senin, 03 Agu 2015 14:24 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - ​Pada saat tertentu mungkin Anda sangat ingin makan sup atau pisang goreng buatan ibu. Rupanya ​​'comfort food', sesuai ​namanya, makanan tersebut dapat memberikan ‘rasa nyaman’ bagi yang menyantapnya. Penelitian membuktikan konsumsi comfort food juga dapat mengurangi rasa kesepian seseorang.

Seperti diberitakan Smithsonian (03/08/15), para peneliti di University of the South dan State University of New York mengungkapkan comfort food berkaitan dengan emosi seseorang. “Orang-orang tampaknya mengasosiasikan comfort food sebagai sesuatu yang erat dengan hubungan dekat,” ujar seorang penulis studi, Jordan Troisi.
 
Ia mengatakan hal ini mungkin terjadi karena seseorang mengasosiasikan sebuah makanan dengan anggota keluarga, pertemuan sosial, atau orang yang menyayangi mereka. Inilah sebabnya makanan yang tergolong dalam jenis comfort food biasanya merupakan makanan tradisional atau makanan yang umum ditemui saat pesta.
 
Dalam studinya, para peneliti meminta siswa untuk mengingat saat mereka bertengkar dengan orang terdekatnya. Setelah itu, siswa ditanyai pendapatnya tentang rasa keripik kentang. Mereka tidak diberitahu bahwa pertanyaan ini masih berhubungan dengan studi yang dilakukan.
 
Hasilnya, siswa yang memiliki hubungan positif lebih kuat dan banyak dalam kehidupannya mengatakan comfort food lebih enak dari pada mereka yang hubungan positifnya kurang.
 
Dalam eksperimen kedua, peneliti mencatat siswa yang merasa kesepian pada hari tertentu lebih mungkin makan comfort food lebih banyak di hari tersebut. Para peneliti mempublikasikan temuannya ini dalam jurnal Appetite.
 
Istilah comfort food pertama kali muncul tahun 1966, tepatnya saat Palm Beach Post menggunakan istilah ini dalam artikel tentang obesitas. Potongan artikel menyebutkan comfort food adalah makanan yang diasosiasikan dengan masa kecil seperti sup ayam atau telur rebus buatan ibu.
 
Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk melancarkan hubungan rumit beberapa orang dengan makanan tertentu. Dengan menyadari bahwa kata comfort dalam comfort food bukan merujuk pada kandungan kalori atau lemak didalam makanan, maka seseorang dapat mencari cara untuk menghilangkan rasa kesepian.
 
Di sisi lain, ketika Anda ingin mengenang masa bahagia di waktu kecil, maka akan ada dorongan melahap lebih banyak comfort food dan menikmatinya.
 



(adr/odi)