McDonald's Selandia Baru Akan Pakai Telur Free-Range untuk Semua Menu

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Kamis, 16 Jul 2015 08:52 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Telur free range didapat dari ayam petelur yang diperlakukan dengan lebih baik sehingga menghasilkan telur berkualitas. Gerai McDonald's di Selandia Baru pun akan menggunakan jenis telur ini untuk seluruh menunya akhir tahun 2016.

Dilansir dari Choose Cage Free, saat ini produk telur diberi label berbeda seperti free-range dan organik. Apa bedanya dengan telur biasa? Telur free-range berarti ayam petelur tidak dikandangkan tetapi hidup bebas di alam. Ayam yang dipelihara dengan cara ini dapat bebas mengepakkan sayap, mencari makan sendiri, bertengger, hingga bersarang.

Sistem pemeliharaan free-range dapat menghindarkan ayam petelur dari stress sehingga menghasilkan telur lebih berkualitas. Sedangkan label organik merujuk pada istilah yang lebih luas. Di Kanada dan Amerika Serikat, label telur organik berarti ayam petelur berkesempatan hidup di alam dan pakannya bebas dari bahan-bahan aditif ataupun produk hewani.

Seperti dilansir dari The Daily Meal (14/07/15), Patrick Wilson selaku Direktur Utama McDonald's New Zealand mengatakan tiap tahunnya 54 grerai McDonald's disana menghabiskan 13 juta butir telur.

Kami membeli telur dalam jumlah banyak sehingga pemasok telur kami akan berinvestasi secara signifikan dengan sistem dan lahan peternakkan yang baru.

Wilson menjelaskan langkah penggunaan telur free-range ini didasarkan pada banyaknya permintaan pelanggan di situs resmi mereka. Pihak McDonald's New Zealand berencana memasok 9 persen telur free-range ini dari pemasok telur lokal.

Sebelumnya, dua gerai McDonald's di New Zealand yaitu Christchurch dan Dunedin telah menggunakan telur free-range dari Northland's Otaika Valley Free Range Eggs sejak tahun 2009.



(adr/odi)