Kota di Spanyol Ini Atasi Pemborosan Makanan dengan Kulkas Solidaritas

Limbah Makanan

Kota di Spanyol Ini Atasi Pemborosan Makanan dengan Kulkas Solidaritas

Maya Safira - detikFood
Jumat, 10 Jul 2015 12:29 WIB
Foto: Twitter/Mrpintxo
Jakarta - Sebuah kulkas putih besar ditempatkan di tengah trotoar Galdakao, kota kecil pinggiran Bilbao. Kulkas yang disebut 'solidarity fridge' itu digunakan untuk mengatasi pemborosan makanan di kota utara Spanyol tersebut.

Selama tujuh minggu terakhir, kulkas sudah berada di kota berpendunduk 29.000 jiwa itu. Warga setempat dan restoran bisa menaruh sisa makanan atau makanan tak terpakai ke dalam kulkas, dibanding harus membuangnya. Apapun yang ada di kulkas dapat diambil oleh siapa saja.

Pagar kayu sudah dibangun di sekitar kulkas agar tidak dikira alat buangan. Dengan harapan, gagasan kulkas solidaritas bisa sampai ke masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut penyelenggara, Alvaro Saiz, ia memperkirakan keberadaan kulkas telah menyelamatkan sekitar 200 - 300 kg makanan dari tempat sampah. Biasanya makanan yang ada di sana berupa sisa lentil, beberapa sandwich dan susu dalam karton yang belum dibuka.

Ada aturan ketat bagi orang yang meninggalkan makanan dalam kulkas. Tidak boleh berupa ikan mentah, daging, telur, makanan kemasan atau makanan kaleng yang lewat tanggal kadaluarsa. Makanan apapun yang dimasak di rumah juga harus diberi label tanggal pembuatannya.

Relawan melakukan pengawasan terhadap lemari es untuk membuang makanan yang lewat tanggal kadaluarsa atau masakan rumah berusia lebih dari empat hari. Tapi sejauh ini, semua makanan diambil setiap harinya.

Restoran lokal juga mengurangi pemborosan makanan dengan memasukannya dalam kulkas solidaritas. Alvaro Llonin dari restoran Topa mengatakan sebelumnya mereka membuang banyak makanan dan itu merupakan makanan yang masih layak konsumsi. Kini ia dan staf restoran secara teratur menyempatkan diri menaruh sisa makanan dalam kulkas.

Ide kulkas solidaritas sendiri muncul ketika Saiz dan anggota asosiasi relawan Galdakao lainnya sedang membayangkan jumlah makanan terbuang oleh supermarket.

"Kami mulai berpikir bahwa jika satu saja dari sampah itu (supermarket) digantikan dengan sebuah kulkas, orang bisa mengambil keuntungan dari barang-barang tersebut. Setelah pencarian online, menemukan jaringan lemari es bersama di Berlin, kami menyadari bisa melakukannya," ucap Saiz, seperti dilansir dari The Independent (25/06).

Butuh waktu sekitar dua bulan untuk merampungkan proyek ini. Termasuk mendapat izin dari kota untuk menggunakan ruang publik. Meski kelompok Saiz terus maju dengan ide kulkas solidaritas, masih ada orang-orang yang tidak mendukungnya karena tidak mengerti.

Saiz menambahkan tujuannya bukanlah untuk memberi makan orang yang membutuhkan. Lebih kepada pemanfaatan makanan sisa. Baginya tidak masalah siapa saja yang mengambil, sekalipun orang terkenal. Saiz dan timnya ingin mengembalikan nilai produk makanan dan berperang melawan sampah.

Hingga kini bermacam orang sudah singgah ke kulkas solidaritas. Seperti orang membutuhkan yang datang dari kota-kota terdekat dan seorang pekerja konstruksi mengambil es krim saat istirahat makan siang.

Melihat potensi kulkas solidaritas, kota Murcia di Spanyol ikut meniru ide tersebut. Saiz juga menerima panggilan dari masyarakat di seluruh negeri hingga negara Bolivia yang tertarik membuat konsep serupa.

(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads