Mau Belanja Telur dan Roti? Cek Dulu Fakta dari 5 Mitos Soal Belanja Ini!

Mau Belanja Telur dan Roti? Cek Dulu Fakta dari 5 Mitos Soal Belanja Ini!

- detikFood
Minggu, 05 Jul 2015 12:24 WIB
Mau Belanja Telur dan Roti? Cek Dulu Fakta dari 5 Mitos Soal Belanja Ini!
Foto: Thinkstock
Jakarta - Saat berbelanja di supermarket tentu Anda menginginkan yang terbaik kualitasnya. Namun, smapai kini masih banyak mitos seputar bahan belanjaan yang dipercaya banyak orang.

Apakah benar telur berkulit cokelat lebih bernutrisi dan roti gandum pasti lebih menyehatkan? Supaya bisa belana dengan tenang, coba cek dulu mitos dan faktanya berikut ini.

1. Telur berkulit cokelat lebih bernutrisi

Foto: Thinkstock
Faktanya warna cangkang telur tidak berpengaruh pada gizi telur. Karena warna cangkang hanya menunjukkan warna bulu dan telinga ayam. Telur yang bercangkang putih berasal dari ayam putih dengan telinga putih. Sedangkan telur bercangkang cokelat berasal dari ayam merah dengan daun telinga juga berwarna merah.
Karena harga telur cangkang cokelat sedikit lebih mahal dari telur cangkang putih maka Anda bisa membeli telur cangkang putih untuk menghemat biaya belanja tetapi dengan nutrisi yang sama.

2. Botol kaca paling baik untuk susu

Foto: Thinkstock
Orang beranggapan susu lebih baik dikemas dalam botol kaca dibandingkan kemasan tetrapak. Karena akan mempengaruhi rasa pada susu tersebut. Botol bening dianggap lebih higienis dan kualitasnya lebih terjamin. Padahal, susu sebaiknya dikemas dengan kemasan yang yang tidak tembus cahaya untuk mencegah riboflavin pada kandungan susu tidak rusak.

Riboflavin atau vitamin B2 merupakan bagian dari vitamin B kompleks yang sangat berperan penting dalam metabolisme energi. Mengubah karbohidrat menjadi sumber energi bagi tubuh. Jadi, beli susu dengan kemasan tetrapak karena harganya lebih murah dan tidak mengurangi nutrisi susu. Juga tak ada risiko botol pecah.

3. Sayuran segar lebih baik daripada sayuran beku

Foto: Thinkstock
Sayuran beku diyakini lebih banyak mengandung nutrisi dibandingkan dengan sayuran segar. Dalam sebuah penilitian, kadar nutrisi sayuran segar dapat berkurang hingga 45 persen sampai saatnya dikonsumsi. Sayuran segar yang dijual di supermarket biasanya sudah berumur kurang dari empat hari setelah dipanen sehingga kadar nutrisinya sudah berkurang. Sedangkan sayuran yang segera dibekukan setelah dipanen, mampu menjaga kadar nutrisi tetap awet.

4. Roti Gandum terbuat dari gandum

Foto: Thinkstock
Roti gandum belakangan ini banyak dipilih oleh mereka yang menjalani hidup sehat. Roti gandum pada dasarnya tidak berbeda dengan roti putih atau roti tawar pada umumnya, karena roti tawar pun juga terbuat dari gandum. Hanya, roti tawar terbuat dari gandum olahan yaitu tepung terigu, sementara roti gandum terbuat dari tepung gandum utuh.

Jika Anda ingin memastikan apakah roti gandum yang Anda beli benar-benar berbahan dasar tepung gandum utuh, lihat dafatr komposisi bahan pada kemasan atau tanyakan pada bakerynya.

5. Pilih bayam yang ada di belakang kotak display

Foto: Thinkstock
Bayam harus selalu disimpan dibawah paparan cahaya minimal tiga hari untuk meningkatkan kandungan vitamin C dan mempertahankan kandungan vitamin K, E, folat, dan dua jenis karotenoid yaitu lutein dan zeaxanthin. Fungsi cahaya yaitu untuk membiarkan bayam melakukan proses fotosintesis. Pada proses ini, kandungan nutrisi pada bayam akan bertambah.

Berarti bahwa bayam yang diletakkan di bagian depan kotak display lebih terkena paparan cahaya sehingga mengandung lebih banyak nutrisi. Dibandingkan dengan bayam yang diletakkan di bagian belakang kotak display.
 

Halaman 2 dari 6
(lus/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads