Terbukti Konsumsi Lemak dari Salmon dan Kedelai Mampu Perpanjang Usia

Terbukti Konsumsi Lemak dari Salmon dan Kedelai Mampu Perpanjang Usia

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Jumat, 26 Jun 2015 13:32 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Penelitian terbaru di Swedia mengungkapkan orang tua yang mengonsumsi banyak ikan dan produk nabati akan hidup lebih lama dibandingkan mereka yang tidak. Hal ini karena keduanya mengandung lemak baik berupa lemak tak jenuh ganda.

Diantara lebih dari empat ribu pria dan wanita berusia 60 tahun, mereka yang memiliki kadar lemak tak jenuh ganda (PUFA) tertinggi yang berasal dari ikan dan produk nabati, memiliki risiko meninggal 15 tahun lebih lambat karena penyakit jantung atau apapun dibandingkan mereka yang kadar PUFA-nya rendah.

Seperti dilansir dari Reuters (26/06/15), Dr. Ulf Riserus seorang peneliti gizi di Universitas Uppsala mengatakan, β€œHasil penelitian ini mendukung pedoman diet yang menyarankan asupan ikan dan produk nabati untuk jantung yang lebih sehat.”

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lemak tak jenuh ganda dan lemak tak jenuh tunggal adalah lemak baik yang dapat meningkatkan kadar kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL). Kedua lemak tersebut banyak terdapat di ikan seperti salmon, trout, dan hering.

Tak hanya dari produk hewani, lemak baik juga terdapat terdapat di produk nabati seperti buah, sayuran, dan tanaman. Makanan tersebut antara lain alpukat, kedelai, zaitun, kenari, jagung, canola, kembang kol, dan bunga matahari.

Menurut pedoman diet saat ini, kebanyakan orang dewasa harus mendapatkan 20-35 persen kalori dari lemak. Sebagian besar haruslah lemak baik. Komposisi lemak jahat seperti lemak jenuh dan lemak trans haruslah sesedikit mungkin, tidak lebih dari 10 persen.

Dalam jurnal Circulation American Heart Association, Riserus dan rekan menjelaskan saat ini jenis lemak yang dikonsumsi seseorang lebih penting dibandingkan kuantitas yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi ini berhubungan dengan asam lemak yang beredar dalam aliran darah serta risiko penyakit jantung.

Untuk penelitian ini, para peneliti melihat kadar lemak dari 2.193 wanita dan 2.039 pria di Swedia. Peneliti bahkan terus mempelajari kadar lemak dari setengah jumlah partisipan selama 14,5 tahun.

Selama penelitian berlangsung, 265 pria dan 191 wanita meninggal. Tak hanya itu, 294 pria dan 190 wanita mengalami penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung.

Salah satu keterbatasan dalam penelitian ini adalah tes darah yang dilakukan untuk mengecek lemak hanya dilakukan satu waktu. Selain itu, terbatasnya jumlah kematian akibat penyakit kardiovaskular membuat peneliti sulit untuk menarik kesimpulan tentang peranan lemak didalamnya. Terutama ketika diperiksa pada pria dan wanita secara terpisah.

Terlepas dari keterbatasan tersebut, hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya konsumsi lebih banyak produk nabati dibandingkan produk hewani. β€œTidak ada satu makanan ajaib yang membuat kita dapat hidup selamanya,” ujar Samantha Heller, ahli gizi dari New York University's Centre.

Heller menambahkan, β€œGaya hidup secara keseluruhan adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan, termasuk memperbanyak aktivitas fisik harian dan mengurangi konsumsi produk hewani seperti daging, keju, dan mentega.”

Ia juga menyarankan untuk memperbanyak konsumsi produk nabati seperti salad, sayuran yang telah dipanggang, sandwich pisang, sup lentil, atau edamame hummus.

(adr/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads