Kurangi Polusi, Sekolah di NYC Hingga LA Gunakan Piring Kompos

Kurangi Polusi, Sekolah di NYC Hingga LA Gunakan Piring Kompos

Lusiana Mustinda - detikFood
Senin, 08 Jun 2015 13:13 WIB
Foto: NPR / Urban School Aliance.org
Jakarta - Beberapa sekolah mengadakan makan siang sehat. Hal ini dilakukan untuk menekan angka obesitas dan meningkatkan konsumsi makanan sehat pada anak sekolah. Akan tetapi, baki atau piring yang digunakan menggunakan plastik sehingga sulit untuk di daur ulang dan dapat timbulkan polusi.

Administrator sekolah di New York City, Los Angeles, Chicago, Miame-Dade, Dallas dan Orlando pada tahun 2012 membentuk Urban School Food Alliance. Dan pada bulan Mei kemarin, lembaga ini akan mengumumkan bahwa mereka akan menanggalkan penggunaan piring polystyrene dan menggantinya dengan piring kompos untuk makan siang.

“Piring makan siang yang baru ini lebih mudah dipegang anak dengan kompartemen khusus untuk lauk dan susu. Piring kompos bentuknya bulat tidak seperti piring plastik sebelumnya yang bentuknya persegi," tutur Eric Goldstein selaku pemimpin aliansi.

Seperti yang dilansir dalam NPR (06/05), polystrene yang digunakan dalam baki makan siang dibuat dari bahan berbasis minyak bumi sehingga tidak akan terpecah hingga ratusan tahun lamanya. Penggantian baki kompos oleh lebih dari 4.000 sekolah akan menghemat sekitar 225 juta berbasis minyak bumi nampan plastik yang dibuang di TPA setiap tahunnya.

Piring baru ini terbuat dari daur ulang kertas koran dan dapat terpecah dalam hitungan minggu di fasilitas pengomposan komersial. Harganya juga hanya berbeda sedikit lebih mahal yaitu $0,049 atau sekitar Rp 650 per buahnya dibandingkan dengan baki plastik yang biasa dijual $0,04 atau sekitar Rp 530.

"Pergeseran dari baki polystyrene untuk piring kompos akan memungkinkan kota-kota memangkas limbah yang dikirim dari tempat pembuangan sampah dan juga dapat mengurangi polusi plastik di masyarakat. Selain itu cara ini juga dapat membuat kompos lebih berharga, karena dapat digunakan kembali di peternakan kami," tutur Mark Izeman, senior pengacara untuk Natural Resources Defense Council yang bermitra dengan aliansi.

(lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads