Contohnya dua bersaudara Swedia yang baru-baru ini mengirim donat ke langit. Ia menempelkan donat pada sebuah balon udara helium. Kemudian merekam semuanya dengan kamera GoPro.
Sebuah restoran kari pun mengirimkan lamb chop ke orbit. Begitu juga pizza dilempar ke langit oleh band elektronik NYC. Bisnis pengiriman di London sempat mengirimkan sebuah burger ke angkasa untuk mempopulerkan produknya. Ada pula produsen bir yang membuat imperial stout dengan menembakkan ragi ke angkasa.
Sebenarnya jika sangat menyukai sepotong makanan, tidak perlu menghabiskan waktu mengirimkan makanan sangat jauh ke angkasa. Aksi menarik perhatian khalayak ini juga tidak semuanya sukses. Justru makanan dan minuman malah jatuh mengotori bumi.
Misalnya, petani yang menemukan lamb chop dan kamera GoPro di mesin untuk kerjanya. Pemiliknya pun mendapatkan kembali makanannya dengan melibatkan polisi.
Meski balon udara untuk membawa makanan bisa terbang tinggi, namun tidak sampai meninggalkan atmosfer bumi. Jika Ada video viral berjudul "burger pertama di luar angkasa", sebenarnya itu hanya "burger yang berada cukup tinggi".
Ini berbeda dengan chef Heston Blumenthal yang meluncurkan buku makanan di pesawat ruang angkasa. Mulai dari English breakfast burger dan fusion curry dengan bantuan anak sekolah yang masuk kontes Great British Space Dinner. Kontes dibuat untuk makanan astronot Inggris yang berkunjung ke International Space Station akhir tahun 2015. Itu baru dapat disebut makanan ruang angkasa sebenarnya.
(Maya Safira/Odilia Winneke)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN