Menghadapi MEA, Kecintaan akan Kuliner Lokal Jadi Modal Utama

Menghadapi MEA, Kecintaan akan Kuliner Lokal Jadi Modal Utama

Rois Jajeli - detikFood
Senin, 01 Jun 2015 06:18 WIB
Foto: detikcom
Jakarta - Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir tahun ini, brand kuliner dari negara Asean bisa bebas masuk ke pasar Indonesia. Antusiasme masyarakat Indonesia akan kuliner lokal, bisa jadi modal pertahanan lokal.

MEA akan mulai berlaku pada akhir tahun ini. Ini berarti pasar lokal harus siap dengan masuknya beragam produk-produk dari negara Asean. Festival Jajanan Bango menjadi bentuk nyata untuk membangkitkan kecintaaan akan kuliner lokal.

"Sekarang ini ada tren baru di kalangan anak muda. Mereka sharing terkait dengan kuliner di facebook, instagram, media sosial lainnya," kata Arie Parikesit, penggiat dan pencinta kuliner di sela acara Festival Jajanan Bango di Grand City, Surabaya, Minggu (31/5/2015).

Ia mengatakan, ketika menghadapi MEA, tidak menutup kemungkinan masakan dari negara -negara Asean akan bebas masuk ke Indonesia. Seperti juga brand-brand makanan lokal dari Thailand bebas menjalankan bisnisnya di Indonesia.

Namun, melihat antusiasme masyarakat Indonesia terhadap kuliner warisan Nusantara, seperti banyaknya penikmat kuliner dari warga Surabaya di acara Festival Jajanan Bango, Arie yakin masakan Indonesia tetap menjadi pilihannya.

"Kita yakin lidah masyarakat kita tetap mencintai kuliner sendiri," tuturnya.

Pria yang juga koordinator ekspedisi warisan kuliner Nusantara Bango ini menambahkan, kecintaan akan kuliner lokal menjadi bentuk pertahanan terhadap terhadap masuknya brand-brand asing.

"Jika kuliner kita belum meng-internasonal, paling tidak kecintaan masyarakat kita terhadap kuliner sendiri adalah pertahanan kita. Dan menjadi ujung tombak pelestarian kuliner nusantara," tandasnya.

(Rois Jajeli/Odilia Winneke)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads