Sedotan dari Daging dan Cokelat Jadi Tren Terbaru Banyak Restoran

Sedotan dari Daging dan Cokelat Jadi Tren Terbaru Banyak Restoran

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood
Jumat, 29 Mei 2015 13:52 WIB
Foto: Wall Street Journal
Jakarta - Menyesap minuman dengan sedotan terasa biasa saja sampai sedotan yang terbuat dari daging ditemukan. Sedotan daging ini bisa dimakan, lengkap dengan aroma daging gurih dan warna serta teksturnya yang kemerahan dan kenyal.

Sekarang ini, mulai banyak perusahaan yang membuat minuman dengan menyelipkan 'makanan kecil' di dalamnya. Selain untuk membuat kejutan, sedotan dari bacon ini dinilai menjadi paduan yang pas untuk segelas cocktail.

Namun, bagaimana bisa rasa daging ini bisa berpadu baik di dalam minuman? Ternyata setiap restoran punya cara sendiri-sendiri. Salah satunya adalah restoran di Kanada ini. Mereka mencampurkan clam juice ke dalam cocktail andalan mereka.

“Bacon hampir selalu jadi kesukaan banyak orang,” kata Jason Porat, kata General Manager Saboroso Brazilian Steakhouse di Saskatoon, Saskatchewan, Kanada. Mereka menaruh sebuah sedotan dari bacon di dalam Caesar Cocktail, minuman seperti Bloody Mary yang mengandung clam juice, yaitu sari daging tiram. Minuman ini dihargai Rp 78.000 per gelasnya.

Dalam sehari saja, restoran ini bisa sampai membuat 150 sedotan. Hal ini berarti masuknya sedotan daging diterima di lidah banyak orang. Salah satunya Allison Sparling, yang pada sore hari ingin menyesap sesuatu namun ingin mendapatkan tambahan beberapa protein. “Sedotannya berfungsi dengan sempurna, apalagi dengan tambahan protein di dalamnya,” jelas Allison.

Tak hanya Saboroso, beberapa waktu yang lalu Starbucks juga mengeluarkan sedotan yang terbuat dari biskuit untuk menemani Frappuccino. Menurut juru bicara Starbucks, sedotan yang terbuat dari wafer dan chocolate ganache ini juga cukup populer dan menjadi makanan populer disana.

Seorang chef bernama Samin Nosrat juga berujar hal senada. “Sekarang ini, orang lebih memilih sesuatu yang unik dan kontras. Rasa minuman yang segar dipadukan dengan sedotan bacon yang gurih akan menghasilkan minuman dengan rasa dan sensasi baru.

Walau mengandung protein, belum dijelaskan juga berapa jumlah kalori, lemak, serta gula yang terkandung di dalamnya. Daging yang biasa dipakai oleh restoran ini biasanya daging sapi atau babi, dan sedotan wafernya terbuat dari lapisan wafer dengan cokelat.

Tidak dijelaskan juga batas jumlah konsumsi manusia untuk minuman dengan sedotan yang bisa dimakan ini. Jika dihitung secara kasar, minuman seperti kopi dengan krim saja sudah mengandung banyak kalori. Apalagi jika sedotannya terbuat dari makanan. Hmm, bagaimana menurut Anda?

(Tania Natalin Simanjuntak/Odilia Winneke)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads