Ragam Susu Segar

Bandoengsche Melk Centrale, Pusat Susu Masa Kolonial yang Masih Populer

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood Sabtu, 23 Mei 2015 14:19 WIB
Foto: Facebook
Jakarta - Susu ternyata sudah jadi kesukaan masyarakat Indonesia sejak dulu. Anda yang pernah ke Bandung pasti tahu tempat ini. Bandoengsche Melk Centrale (BMC) atau Pusat Susu Bandung adalah kedai susu yang ada sejak 1928!

Konon, di tahun 1903 ada sebuah kapal dari Prancis bernama 'La Seyne' yang berlabuh di Tanjung Priok. Kapal ini berisi orang Belanda 'The Dutch Boers' dari Afrika Selatan. The Boers ini terkenal karena telah membuka perkebunan di Pengalengan, Lembang.

Bandung pada zaman dahulu adalah wilayah yang subur, dan terkenal sebagai wilayah penghasil susu yang berkualitas. Karena ingin mengembangkan bisnisnya, para The Boers ini pun membuka Bandoengsche Melk Centrale atau Pusat Susu Bandung, untuk menjual segala hasil dari perkebunan dan peternakannya. Tak hanya menampung susu dari perusahaan The Boers, BMC kemudian menjadi pusat susu pertama di Bandung.

Menurut catatan sejarah, di Bandung saja pada tahun 1938 terdapat 22 peternakan pemerahan susu dengan produksi lebih dari 10.000 liter per harinya. Hasil susu ini kemudian disetor ke BMC untuk kemudian dipasteurisasi atau disterilkan. Setelah itu, barulah susu-susu ini disalurkan kepada para langganan di dalam maupun luar kota Bandung.

Karena kualitasnya, seorang Direktur BMC bahkan pernah menulis jargon seperti ini: Vergeet U niet, dat er in geheel Nederlandsch Oost-Indie slechst een Melk centrale is, en dat is de Bandoengsche Melkcentrale! (“Anda jangan lupa, bahwa di seantero Nusantara ini cuma ada satu Pusat Pengolahan Susu, dan itu adalah Bandoengsche Melk Centrale!”)

Kualitas susu yang dihasilkan BMC yang terkemuka pada saat itu tak lain karena memakai sistem pemerahan dan peternakan sapi seperti di Belanda, yaitu daerah Friesland. Daerah ini memang sudah terkenal akan hasil susu sapi perahnya. Friesland kemudian kita kenal menjadi brand susu terkenal yang masih populer hingga sekarang.

Ceritanya, ada satu perusahaan susu yang bernama Generaal de Wet Hoeve. Perusahaan ini kepunyaan dari Tuan Hirscland dan Van Zijll di Cisarua. Konon, merekalah yang disebut-sebut mendatangkan sapi perah Friesland dari Belanda ke Nusantara pertama kali di awal abad 20.

Ada juga Lembangsche Melkerij Ursone, perusahaan pemerahan susu di Lembang. Empat Ursone bersaudara-lah yang pada tahun 1895 kabarnya mendirikan perusahaan ini. Ursone bersaudara ini memulai usahanya dengan 30 ekor sapi dengan hasil hanya 100 botol susu per hari. Tapi, pada tahun 1940 peternakannya sudah mencapai 250 ekor sapi dan produksinya bisa mencapai ribuan liter per hari.

Ada juga beberapa perusahaan pemerahan susu yang menyebar seantero Jawa Barat, yaitu di danau Situ Cileunca, yang dikelola orang Eropa. Karena banyaknya perusahaan susu ini, tanah Jawa Barat sampai mendapat julukan sebagai Friesland in Indie, atau Frieslan di Hindia.

Kedudukan perusahaan dairy atau penghasil susu ini pun sempat berpindah-pindah. Awalnya, BMC dipegang oleh orang Belanda, lalu Jepang, dan mengganti namanya menjadi Koperasi Soesoe Bandoeng. Akhirnya setelah Indonesia merdeka, BMC jatuh ke tangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

BMC sendiri pada tahun 1954 dikelola oleh perusahaan lokal bernama Kerta Sari Mamin, dan sekarang BMC berada di bawah perusahaan PT Agronesia. BMC sebagai penampung semua susu di Jawa Barat pun semakin berkembang semakin hari karena permintaan susu yang semakin meningkat. BMC juga diketahui mengolah susu tak hanya menjadi minuman, tapi juga es krim, mentega, keju, dan krim untuk kosmetik.

Sampai sekarang, BMC masih tetap hadir di tengah-tengah kota Bandung dan mempertahankan menu-menu andalannya. Ada susu murni, milkshake, yogurt shake, yogurt cocktail, es krim, tiramisu, teh masala, kue, kefir, jus, pinacolada, shalimar, susu kambing, hingga sup buntut, gado-gado, nasi bakar, nasi pepes, gulai, nasi liwet, kentang goreng, risoles, makaroni panggang, klappertaart, sampai crepes.

Harga makanan dan minuman di BMC juga terjangkau kisaran harganya dimulai dari Rp 5.000 – Rp 50.000. Anda juga bisa datang kesini dari pukul 08:00 – 23:00. BMC juga membuka cabang gerainya, salah satunya adalah di Paris van Java (PVJ).

Bandoengsche Melk Centrale (BMC)
Jl Aceh No 30, Bandung
Telepon: 022-420 4595

Jl. Dr. Djunjunan - Bandung 40

Paris Van Java Lt. 1
Jl. Sukajadi No. 137 - 139 , Cihampelas - Bandung



(Tania Natalin Simanjuntak/Odilia Winneke)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com