Beras Plastik

Beras di India dan Tiongkok Mengandung Plastik

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood Rabu, 20 Mei 2015 17:52 WIB
Foto: Mathrubhumi News
Jakarta - ​Beras menjadi makanan pokok sebagian besar penduduk Asia. Ironisnya beras palsu, beras berkualitas buruk dan beras plastik justru dibuat dan di pasarkan di banyak negara Asia, termasuk Indonesia.

​K​abar tentang beras plastik terdengar dari Wuchang, sebuah provinsi di Tiongkok. Beras Wuchang terkenal akan rasa dan harumnya. Namun ternyata, keharuman dan kelezatan itu pun ditengarai dari pewangi buatan dan campuran banyak beras plastik dan sedikit beras asli.

Tak hanya di daerah Tiongkok, daerah Asia seperti India, Kamboja, dan Indonesia kerap menjadi target pemasaran beras plastik. India, misalnya daerah-daerah seperti Kochi dan Kerala, ​beberapa penduduknya mendapatkan beras yang mengandung plastik.

​B​eberapa video di Youtube memberikan​ buktinya. Di daerah Kerala, India seperti d​ilansir dari Mathrubhumi News, ada banyak beras​ yang dibuat dengan campuran ​plastik di​jual di pasar. Beras ini terbuat dari kentang dan ubi yang dihancurkan dan dilapisi plastik. Beras plastik di Kerala ini memunculkan serpihan plastik yang berbentuk kecil di dalam panci nasi ketika beras​ dimasak.

Lain lagi cerita orang Kochi, India. Setelah beras yang dibeli di supermarket di kota tersebut direbus, terlihatlah muncul selapis plastik dari permukaan. Tekstur lapisan yang mirip plastik ini berbau busuk dan mirip sekali dengan plastik, dan terbakar ketika dinyalakan dengan ​api. Karena beras plastik ini, para ibu rumah tangga pun jadi panik.​

Sementara itu, di Kamboja beras ini malah diolah khusus​. Negara ini tidak mencampur beras plastik dengan beras asli, namun membuat beras plastik ini sendiri dengan mesin besar. Dalam satu video di Youtube yang berjudul Plastic rice terlihat seorang pria yang mengeluarkan
​serabut ​plastik dari karung dan memasukkannya ke dalam mesin.

Di dalam mesin, plastik ini diurai dan diolah dalam beberapa tahap. Pertama, plastik terlihat dipanaskan, sehingga berubah bentuk menjadi lelehan yang dikeluarkan dalam lubang besar. Tahap kedua, plastik tersebut disaring menjadi bentuk pipih seperti mie yang kemudian terendam dalam air.

Kemudian “beras” berbantuk pipih ini dimasukkan lagi ke dalam mesin yang mencetak beras pipih ini menjadi berbentuk butiran mirip sekali dengan beras. Pabrik beras plastik ini terlihat cukup besar dengan tumpukan karung berisi plastik yang belum diolah.

Beras plastik ini sudah menjadi isu yang sayup terdengar sejak tahun 2011. Banyak pihak yang tak percaya hal ini benar-benar terjadi. Beberapa netizen di Facebook malah menyebutkan​, “Titik didih plastik adalah sekitar 170 derajat celcius, sedangkan titik didih nasi sekitar 110 derajat celcius. Apalagi, harga plastik lebih mahal daripada beras, kenapa orang mesti repot-repot memalsukan?”

​Namun, beras plastik harganya murah, dapat dibuat setiap saat dalam jumlah tak terbatas. Tanpa repot menamam dengan risiko terserang hama dan gagal panen. Keuntungan besar dalam waktu singkat menjadi magnet bisnis beras plastik ini.​



(Tania Natalin Simanjuntak/Odilia Winneke)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com